Meskipun menyandang gelar game terlaris pada tahun 2025, Battlefield 6 ternyata tidak dapat menyelamatkan para penciptanya. Electronic Arts (EA) dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah pengembang yang terlibat dalam pembuatan game tersebut.
Jumlah pasti karyawan yang terkena dampak PHK ini masih belum dikonfirmasi. Electronic Arts, selaku penerbit game, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari penyesuaian ulang di seluruh studio yang mengerjakan Battlefield 6.
"Kami telah melakukan beberapa perubahan dalam organisasi Battlefield kami untuk lebih menyelaraskan tim kami dengan hal-hal yang paling penting bagi komunitas kami," kata EA dalam sebuah pernyataan, dilansir Kotaku, Rabu (11/3/2026).
EA menambahkan bahwa Battlefield tetap menjadi salah satu prioritas utama mereka. Investasi terus dilakukan pada franchise ini, dengan panduan dari umpan balik pemain serta wawasan dari Battlefield Labs.
Battlefield 6 dirilis pada Oktober 2025 dan dengan cepat menjadi salah satu game terbesar. Menurut data dari perusahaan riset Circana, game tembak-menembak dari EA ini bahkan berhasil mengalahkan penjualan Call of Duty: Black Ops 7 pada tahun 2025, dan menjadi game premium terlaris di Amerika Serikat.
Namun, kesuksesan tersebut tidak cukup untuk menjamin kelangsungan pekerjaan para pengembangnya. Sebelumnya dilaporkan bahwa EA telah menginvestasikan lebih dari USD 400 juta untuk menghadirkan Battlefield 6, dan memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap performa game ini di industri.
Beberapa pengembang mengungkapkan bahwa EA menargetkan Battlefield 6 untuk menarik 100 juta pemain. Sebagai perbandingan, Battlefield 1, yang sebelumnya merupakan seri tersukses dalam waralaba ini, hanya mencapai sekitar 30 juta pemain.
Menurut para pekerja, target yang ditetapkan oleh EA tersebut tampak tidak realistis dan hampir mustahil untuk dicapai. Ekspektasi yang tinggi ini mungkin menjadi salah satu faktor yang menjelaskan mengapa EA justru mengurangi jumlah pekerja, meskipun peluncuran game ini terbilang sukses. Faktor lain yang mungkin mempengaruhi adalah kesepakatan besar yang telah terjalin dengan Arab Saudi.