Strategi Bisnis Adaptasi Perilaku Konsumen dengan Infrastruktur Digital

Perubahan perilaku konsumen di era AI mendorong brand berfokus pada konversi dan profit, dengan infrastruktur digital terintegrasi.

Perkembangan strategi pemasaran digital saat ini bergeser dari sekadar mengejar traffic menjadi fokus pada konversi dan profitabilitas yang terukur. Perubahan perilaku konsumen di era kecerdasan buatan (AI) juga mendorong merek (brand) untuk beradaptasi.

Brand kini tak hanya mengandalkan Search Engine Optimization (SEO), tetapi juga mulai memahami konsep Generative Engine Optimization (GEO). Integrasi data dari berbagai kanal, termasuk iklan, marketplace, dan Customer Relationship Management (CRM), menjadi kunci untuk membangun infrastruktur pertumbuhan digital yang lebih stabil.

Whizzy Growth, sebuah digital marketing agency, membantu brand mengintegrasikan berbagai kanal digital untuk mengukur strategi pemasaran secara akurat. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan infrastruktur pertumbuhan digital berbasis data.

CEO Whizzy Growth, Tommy Soependi, menjelaskan bahwa peningkatan traffic tetap penting, tetapi bukan lagi tujuan utama. Fokusnya adalah bagaimana traffic tersebut dapat dikonversi menjadi penjualan dan menghasilkan profit yang sehat.

"Traffic tetap penting, tetapi yang lebih krusial adalah bagaimana traffic tersebut dapat dikonversi menjadi penjualan yang terukur dan menghasilkan profit yang sehat. Tanpa sistem tracking, CRM, dan integrasi data, brand sering kali tidak mengetahui kanal mana yang benar-benar menghasilkan revenue," jelas Tommy Soependi.

Perubahan terbesar dalam beberapa tahun terakhir adalah cara konsumen mencari informasi. Pengguna kini memanfaatkan platform berbasis AI untuk mendapatkan jawaban yang lebih cepat dan ringkas. Hal ini mendorong brand untuk memahami konsep Generative Engine Optimization (GEO) selain SEO.

GEO adalah optimasi konten agar brand muncul dalam jawaban yang dihasilkan sistem pencarian berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity. GEO menekankan pada struktur konten, kredibilitas informasi, serta keterkaitan antar entitas agar mudah dipahami oleh sistem AI, berbeda dengan SEO yang berfokus pada peringkat halaman di mesin pencari.

Infrastruktur Digital sebagai Kunci Pertumbuhan

Banyak brand masih mengandalkan strategi berbasis campaign marketing yang dinilai belum cukup untuk menghasilkan pertumbuhan stabil. Sebaliknya, brand yang memiliki pertumbuhan lebih konsisten membangun infrastruktur pertumbuhan digital (growth infrastructure) yang terintegrasi.

Infrastruktur ini mencakup berbagai komponen seperti performance ads, marketplace, tracking funnel, CRM, hingga sistem pelacakan profitabilitas. Keputusan pemasaran didasarkan pada data yang menunjukkan kanal mana yang benar-benar menghasilkan penjualan, bukan lagi pada asumsi.

Peran Marketplace dan Social Commerce

Ekosistem marketplace dan social commerce menjadi pendorong pertumbuhan baru. Platform seperti Shopee dan TikTok Shop kini menjadi sarana pemasaran melalui fitur seperti live shopping dan streaming commerce, tidak hanya sebagai tempat transaksi.

Integrasi antara iklan digital, marketplace, dan data pelanggan menjadi penting agar brand dapat memahami performa penjualan secara menyeluruh. Banyak perusahaan memanfaatkan layanan marketplace enabler untuk membantu mengelola operasional penjualan di platform digital, termasuk optimasi produk, pengelolaan promosi, hingga strategi live commerce.

Semakin banyaknya kanal pemasaran digital membuat pengelolaan data menjadi tantangan. Tanpa sistem tracking yang kuat, perusahaan sering kesulitan mengetahui kanal mana yang benar-benar menghasilkan konversi.

Whizzy Growth menggunakan integrasi Meta Conversion API dengan sistem CRM milik brand. Data konversi tidak hanya berasal dari pixel browser, tetapi juga dari data transaksi yang tercatat langsung dalam sistem internal perusahaan. Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan akurasi pelacakan data serta membantu optimasi iklan digital menjadi lebih efektif.

Menurut Whizzy Growth, kualitas dan integrasi data akan semakin penting di era AI, terutama ketika brand ingin mengoptimalkan strategi visibilitas digital melalui SEO maupun GEO.

Peran agensi tidak lagi sebatas menjalankan campaign pemasaran di tengah perubahan lanskap digital. Perusahaan membutuhkan mitra strategis yang mampu membantu membangun fondasi digital yang terukur dan berkelanjutan.

“Tujuan brand bukan hanya terlihat di banyak platform, tetapi bagaimana mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan dan berbasis profit,” ujar perwakilan Whizzy Growth.

Perkembangan AI, meningkatnya kompleksitas kanal digital, serta pentingnya integrasi data membuat brand perlu membangun infrastruktur pertumbuhan digital yang lebih matang. Dengan fondasi tersebut, strategi pemasaran dapat dijalankan secara lebih terukur dan adaptif terhadap perubahan ekosistem digital.

Recommended