Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, melontarkan kritik keras terhadap mantan gelandang Arsenal, Jack Wilshere, dengan melabelinya sebagai pemain yang paling dilebih-lebihkan di dunia pada Selasa (12/5/2026). Pernyataan tajam tersebut kembali menjadi sorotan di tengah transisi karier keduanya di dunia sepak bola.
Kritik pedas ini bermula saat Arsenal menelan kekalahan 1-2 dari Ostersunds FK di ajang Liga Europa pada Februari 2018 lalu. Dilansir dari Bola, Keane merasa sangat kecewa dengan performa Wilshere yang saat itu dipercaya menjabat sebagai kapten tim di lapangan.
"Saya selalu berpikir, ketika Wilshere jadi kapten tim Anda, bagi saya dia mungkin pemain paling overrated di planet ini," kata Roy Keane, Pundit Sepak Bola. Penilaian tersebut didasari pada ekspektasi tinggi terhadap Wilshere yang semula diproyeksikan sebagai bintang masa depan timnas Inggris.
Arsene Wenger, yang saat itu menjabat sebagai manajer Arsenal, langsung memberikan pembelaan terhadap anak asuhnya. Wenger mengakui bahwa Wilshere memang tidak tampil maksimal pada laga tersebut, namun ia tetap menghargai kualitas sang pemain secara personal.
Karier Wilshere sendiri sering terhambat oleh masalah cedera kronis yang membuatnya sulit mencapai potensi maksimal. Selama membela Arsenal selama satu dekade, ia mencatatkan 182 penampilan di Premier League dengan torehan delapan gol serta 18 assist.
Setelah meninggalkan Emirates Stadium, Wilshere sempat bergabung dengan West Ham United sebelum akhirnya memutuskan pensiun. Di level internasional, ia mengoleksi 34 penampilan bersama Timnas Inggris dalam kurun waktu 2010 hingga 2016.
Saat ini, Wilshere telah beralih profesi menjadi pelatih dan dipercaya menjabat sebagai manajer tim utama Luton Town sejak Oktober 2025. Sementara itu, Roy Keane tetap aktif sebagai pengamat sepak bola televisi yang dikenal dengan komentar-komentar kontroversialnya.