Biaya kebutuhan energi di Iran dilaporkan tetap stabil dan sangat murah meskipun negara tersebut berada dalam situasi konflik. Sebuah pengalaman yang dibagikan oleh pelajar Indonesia yang bermukim di sana, seperti dilansir dari Medcom, menyoroti perbedaan mencolok dalam sistem energi Iran dibandingkan dengan Indonesia.
Himpunan Pelajar Indonesia-Iran (HPI-Iran) melalui akun Instagramnya menunjukkan bagaimana sistem energi di Iran mampu menjaga tarif tetap rendah dan pasokan stabil. Hal ini dianggap sebagai kemudahan signifikan bagi warga dan ekspatriat yang tinggal di sana.
Pemerintah Iran menerapkan mekanisme pembayaran tagihan yang modern dan praktis. Setiap dua hingga tiga bulan sekali, pelanggan akan menerima pesan singkat (SMS) langsung dari pemerintah atau pusat terkait tagihan gas, air, dan listrik.
SMS tersebut dilengkapi dengan tautan pembayaran online, memungkinkan pengguna untuk langsung melunasi tagihan secara digital. Sistem ini dinilai sangat efisien karena menghilangkan kebutuhan akan kunjungan fisik untuk pembayaran.
Tarif Air dan Listrik yang Sangat Murah
Menurut contoh tagihan yang diperlihatkan, biaya air untuk dua bulan hanya sekitar 185 Rial, yang setara dengan kurang lebih Rp20.000. Ini berarti biaya air per bulan hanya sekitar Rp10.000.
Sementara itu, biaya listrik bahkan lebih rendah. Untuk dua bulan, tagihan listrik tercatat sekitar 83 Rial, atau sekitar Rp10.000. Dengan demikian, rata-rata biaya listrik per bulan hanya mencapai Rp5.000.
Daya Listrik Besar dan Stabil
Meskipun tarif listrik tergolong sangat murah, kapasitas daya listrik di rumah-rumah di Iran disebutkan cukup besar dan stabil. Pelajar tersebut menyatakan bahwa penggunaan banyak perangkat listrik secara bersamaan, seperti kulkas, AC, mesin cuci, rice cooker, dan setrikaan, tidak pernah menyebabkan pemadaman listrik.
Situasi ini kontras dengan kondisi di Indonesia, di mana penggunaan daya yang tinggi kerap mengakibatkan listrik turun atau "jeglek". Hal ini menunjukkan keandalan infrastruktur energi di Iran.
Pasokan Gas Melalui Pipa dengan Biaya Terjangkau
Untuk kebutuhan gas, Iran tidak menggunakan tabung seperti yang umum di beberapa negara. Sebaliknya, gas disalurkan langsung melalui jaringan pipa yang terpasang di dinding rumah-rumah.
Estimasi biaya gas untuk satu rumah yang dihuni beberapa orang mencapai sekitar 600 Rial untuk periode dua hingga tiga bulan, yang jika dirata-ratakan, setara dengan Rp22.000 per bulan. Sistem pipa ini tidak hanya praktis tetapi juga menjaga biaya tetap dalam jangkauan.
Yang lebih mencengangkan, stabilitas pasokan energi ini tetap terjaga bahkan di tengah gejolak konflik. Ini menjadi bukti ketahanan infrastruktur energi Iran dalam menghadapi tantangan geopolitik.