Biaya Investasi Dapur Makan Bergizi Gratis Capai Miliaran Rupiah

Investasi awal untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis berkisar Rp 2,5 hingga Rp 6 miliar.

Viralnya video mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memamerkan pendapatan harian, memicu pertanyaan tentang besaran biaya yang diperlukan untuk membangun dapur program tersebut. Seorang pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandung Barat bahkan sampai menutup sementara dapurnya akibat amarah publik.

Lantas, berapa sebenarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun SPPG atau dapur MBG?

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui unggahan di Instagram @badangizinasional.ri pada Februari 2026 menjelaskan bahwa mitra SPPG dipilih melalui seleksi ketat dan wajib memiliki modal antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar. Modal ini diperlukan untuk memenuhi standar fasilitas yang ditetapkan.

"Pembayaran Rp 6 juta per hari bukan keuntungan per porsi makanan, melainkan pembayaran atas kesiapan fasilitas (availability payment): dapur, peralatan, tenaga kerja, utilitas, dan standar higienitas, termasuk saat hari libur sebagai bentuk standby readiness," jelas BGN, dikutip detikcom Kamis (26/3/2026).

Pendapatan tersebut merupakan angka kotor, bukan laba bersih. Mitra SPPG menanggung biaya investasi awal, operasional, perawatan, serta risiko evaluasi kontrak tahunan. Kontrak bisa saja tidak diperpanjang jika standar tidak terpenuhi. Bahan baku makanan dikelola terpisah dengan prinsip at-cost melalui Virtual Account, tanpa margin keuntungan.

BGN menambahkan, kemitraan ini dipilih karena jika negara membangun sendiri ribuan fasilitas, dibutuhkan belanja modal hingga puluhan triliun rupiah di awal. Skema kemitraan mempercepat pembangunan, mengalihkan risiko operasional kepada mitra, dan meringankan beban APBN.

Berikut adalah rincian perhitungan investasi SPPG:

  • Perhitungan riil: Rp 6.000.000 x 313 hari operasional (Minggu Libur) = Rp 1.878.000.000/tahun
  • Mitra wajib membangun SPPG sesuai Juknis 401.1 tahun 2026 dengan estimasi nilai investasi awal Rp 2,5 Miliar hingga Rp 6 Miliar (tergantung harga tanah) sebagai biaya investasi (Capital Expenditure / CapEx)
  • Dengan investasi Rp 2,5 Miliar – Rp 6 Miliar dan pendapatan kotor Rp 1,8 Miliar/tahun, Titik Impas (Break Even Point / BEP) baru tercapai dalam 2 hingga 2,5 tahun.
  • Pada tahun pertama dan kedua, mitra belum menikmati keuntungan bersih karena digunakan untuk menutupi modal investasi dan depresiasi (penyusutan alat).

Sebagai informasi tambahan, SPPG wajib merekrut 47 tenaga kerja dari masyarakat sekitar, terutama kelompok miskin ekstrem. Pembangunan SPPG mengacu pada standar nasional yang ketat untuk menjamin keselamatan, ketahanan bangunan, dan kelayakan operasional.

Sebagai gambaran, bangunan SPPG berukuran 20 x 20 meter membutuhkan lahan minimal 800 m², sementara ukuran 10 x 15 meter membutuhkan lahan minimal 300 m², seperti dilansir dari laman Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Bangunan juga dirancang tahan terhadap gempa (Sds ≤ 0,800g) dan angin (hingga 39 meter per detik). Sistem struktur meliputi struktur modular baja, rangka hollow, atau pasangan bata terkekang, sesuai karakteristik wilayah.

Dari sisi fungsi, dapur SPPG dilengkapi sistem pengolahan limbah IPAL, ventilasi udara, pemadam kebakaran, genset cadangan listrik, serta sistem pengawasan CCTV dan jaringan teknologi informasi (ICT). Seluruh spesifikasi ini memastikan SPPG beroperasi secara aman, higienis, dan berkelanjutan.

Recommended