Pendiri Microsoft Bill Gates melontarkan kritik tajam dengan menyebut CEO Tesla Elon Musk sebagai sosok yang super jahat dalam laporan biografi karya Walter Isaacson yang kembali mencuat pada Minggu, 10 Mei 2026. Perselisihan ini dipicu oleh keputusan investasi Gates yang mengambil posisi short selling terhadap perusahaan otomotif listrik tersebut.
Ketegangan antara dua miliarder dunia ini bermula dari langkah finansial Gates yang memegang posisi short senilai USD 500 juta terhadap Tesla. Dilansir dari Detik iNET, posisi short merupakan strategi investor meminjam saham untuk dijual dengan harapan membelinya kembali saat harga turun demi meraih keuntungan.
Elon Musk dilaporkan mempertanyakan komitmen filantropi perubahan iklim Gates saat sang pendiri Microsoft tersebut masih memegang posisi spekulasi penurunan nilai saham Tesla. Musk menilai tindakan tersebut kontradiktif karena Tesla dianggap sebagai perusahaan yang paling berkontribusi dalam mengatasi krisis iklim global.
"Maaf, saya tidak dapat menganggap serius filantropi Anda tentang perubahan iklim ketika Anda memiliki posisi short selling besar-besaran terhadap Tesla, perusahaan yang paling banyak berupaya untuk mengatasi perubahan iklim," kata Elon Musk dalam pesan teks yang ditujukan kepada Gates.
Gates menanggapi keberatan tersebut dengan menyatakan bahwa ia belum menutup posisi investasinya, namun tetap ingin mendiskusikan peluang kolaborasi di bidang kemanusiaan. Penolakan Musk terhadap ajakan filantropi tersebut memperuncing konflik yang semula hanya urusan finansial menjadi ranah pribadi.
Perseteruan kemudian berlanjut di ruang publik melalui media sosial setelah Musk mengunggah konten yang mengejek penampilan fisik Gates. Isaacson mencatat dalam biografinya bahwa momen tersebut menandai titik balik hubungan keduanya yang tidak lagi bisa dianggap sebagai masalah profesional biasa.
Musk juga sempat mengeluarkan peringatan bahwa Gates berpotensi mengalami kerugian besar atau bangkrut jika nilai pasar Tesla terus meningkat. Hingga saat ini, perdebatan mengenai posisi short selling tersebut tetap menjadi latar belakang utama kerenggangan hubungan antara kedua tokoh teknologi tersebut.