BINAR bersama Microsoft Indonesia dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) meresmikan pembukaan GARUDA AI Regional Summit I di Universitas Prasetiya Mulya, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa, 14 April 2026.
Forum ini bertujuan mengintegrasikan aspirasi daerah dengan kebijakan pusat guna mencetak tenaga kerja yang mahir menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan pemerintahan Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari platform Microsoft Elevate yang menargetkan pemberian sertifikasi bagi 145.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) serta 5.000 pengambil kebijakan AI di seluruh tanah air.
Data yang dilansir dari Medcom menunjukkan bahwa hingga Oktober 2025, program GARUDA AI telah melatih lebih dari 100.000 ASN yang tersebar di 30 provinsi dan menghasilkan 800 ide inovasi.
"Kami mendorong terwujudnya ASN Produktif yang mampu menggunakan AI secara nyata dalam pengambilan keputusan dan pelayanan publik agar lebih cepat serta berdampak," ujar Arief Suseno, AI Skills Director Microsoft Indonesia.
Arief menekankan bahwa implementasi teknologi ini dirancang untuk memberdayakan kapasitas manusia dalam bekerja, bukan untuk menggantikan peran pegawai di struktur birokrasi.
Banten dipilih sebagai lokasi perdana karena kesiapan infrastruktur digitalnya yang mumpuni melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi dan Teknologi (ETKI) sebagai motor penggerak inovasi daerah.
Sekjen Dewan Nasional KEK, Dr. Rizal Edwin Manansang, menyatakan transformasi digital harus menjadi bagian dari standar operasional prosedur (SOP) harian ASN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,37 persen pada 2026.
Para peserta dalam pertemuan ini juga merumuskan draf rekomendasi kebijakan regional mengenai kesiapan kerja berbasis AI yang akan dipresentasikan pada AI National Summit di Jakarta, Juni 2026 mendatang.
Setelah pelaksanaan di Banten, rangkaian pertemuan regional ini dijadwalkan akan terus berlanjut ke empat kota besar lainnya di Indonesia guna memperkuat ekosistem talenta digital di kawasan ASEAN.