Madura United menjamu Bali United dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia di Stadion Gelora Bangkalan pada Selasa (5/5/2026) sore WIB. Laskar Sape Kerrab berambisi mengamankan poin penuh demi menjaga jarak dari zona merah degradasi.
Kepercayaan diri tuan rumah meningkat setelah berhasil mencuri kemenangan dari kandang Semen Padang pada tengah pekan lalu. Hasil positif tersebut memberikan keuntungan psikologis bagi skuat asuhan pelatih karteker Rakhmad Basuki di tengah persaingan papan bawah yang ketat.
Sebagaimana dilansir dari Bola, Madura United kini menempati peringkat ke-15 klasemen sementara dengan perolehan 29 poin. Posisi ini hanya terpaut dua angka dari Persis Solo yang berada di zona degradasi dan dua angka di bawah Persijap Jepara.
Pelatih karteker Madura United, Rakhmad Basuki, menegaskan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan untuk menghadapi kekuatan Serdadu Tridatu. Analisis terhadap kekuatan dan kelemahan lawan menjadi fokus utama dalam persiapan tim asal Pamekasan tersebut.
"Evaluasi itu selalu, apa yang jadi kelemahan kami perbaiki dan apa yang jadi kelebihan kami tingkatkan. Kami harus melihat calon lawan, analisa kekuatan dan kelemahannya. Saya yakin dan optimis bisa meraih hasil maksimal," ujar Rakhmad Basuki.
Terkait keputusan Bali United yang tidak mengambil sesi latihan resmi atau Official Training (OT) di Bangkalan, Rakhmad menilai hal itu bukan keuntungan bagi timnya. Ia menganggap tim tamu lebih memilih fokus pada pemulihan kebugaran di Bali sebelum bertolak ke Madura.
Pemain belakang Madura United, Giovanni Numberi, mengakui tantangan berat tim saat ini adalah jadwal pertandingan yang sangat padat. Tercatat ada sembilan pertandingan yang harus dijalani skuat Madura United dalam kurun waktu hanya tujuh minggu.
Kebugaran pemain menjadi kunci utama mengingat jeda antarlaga hanya berkisar antara tiga hingga empat hari saja. Manajemen kondisi fisik menjadi prioritas utama para pemain agar tetap tampil prima sepanjang sisa musim kompetisi 2025/2026.