PT Blue Bird Tbk (BIRD) menunjukkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Perusahaan transportasi terkemuka ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun, angka yang merefleksikan pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 13,2%.
Peningkatan pendapatan tersebut, seperti dilansir dari Detik Finance, didorong oleh kontribusi signifikan dari kedua lini bisnis utama perusahaan, yaitu segmen taksi dan non-taksi. Angka pendapatan yang positif ini menjadi indikator keberhasilan strategi yang diterapkan Blue Bird.
Selain peningkatan pendapatan, Blue Bird juga mencatatkan laba bersih yang mengesankan, mencapai Rp 643,4 miliar. Sementara itu, EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) perusahaan tercatat Rp 1,34 triliun. Kedua metrik ini menunjukkan peningkatan yang substansial dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Andre Djokosoetono, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari investasi berkelanjutan dan penguatan layanan. "Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital," ujarnya.
Andre menambahkan bahwa perusahaan terus melakukan akselerasi untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan Mobility-as-a-Service, yang menawarkan solusi mobilitas multimoda kepada masyarakat.
Pada tahun 2025, Blue Bird melakukan penambahan armada sekitar 1.800 unit, sehingga total unit yang dimiliki kini mencapai lebih dari 26.000 kendaraan. Angka ini juga mencakup armada kendaraan listrik yang terus diperbanyak oleh perusahaan.
Perusahaan juga memperluas jaringannya dengan mengoperasikan 58 pool dan lebih dari 1.300 titik pangkalan di berbagai lokasi. Dari sisi digital, pengguna aplikasi MyBluebird mengalami peningkatan lebih dari 30%. Kontribusi pemesanan melalui aplikasi tersebut kini mencapai sekitar 40% dari total transaksi, sementara fitur Fixed Price naik dua kali lipat.
Armada kendaraan listrik Blue Bird juga diperluas ke beberapa kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap mobilitas berkelanjutan.
Untuk menghadapi tahun 2026, Blue Bird telah menyusun strategi ekspansi ke kota-kota strategis. Perusahaan juga akan terus memperkuat layanannya dengan fokus pada pengembangan layanan multimoda dan kanal distribusi, baik melalui platform digital maupun kemitraan.
Andre Djokosoetono menegaskan optimisme Blue Bird dalam menghadapi masa depan. "Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi," tutupnya. Ia yakin bahwa dengan strategi yang disiplin dan adaptif, Blue Bird akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi beragam kebutuhan mobilitas.