Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa ada pengamat yang tidak senang melihat pemerintah berhasil. Prabowo mengaku mendapatkan laporan intelijen setiap hari dan mengetahui pihak-pihak di balik pengamat tersebut.
Menurut Prabowo, motivasi para pengamat beragam. Namun, ia menilai pengamat yang tidak senang dengan keberhasilan pemerintah memiliki pandangan sempit dan tidak patriotik.
"Ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya mereka itu ya, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik. Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan," kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Prabowo juga menyinggung adanya pihak yang merasa kehilangan sumber keuntungan atas keberhasilan pemerintah. Ia menyatakan kini memiliki akses laporan intelijen setelah menjabat sebagai presiden.
"Atau ada pihak yang hilang rezeki. Ya terutama maling-maling, koruptor-koruptor, ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita. Kita mau tertibkan. Ya saya juga punya data-data intelligence. Kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya Presidennya. Jadi saya tiap hari saya dapat laporan intel," ungkapnya.
Prabowo bahkan mengaku mengetahui siapa yang membiayai para pengamat tersebut. Ia menyatakan akan melakukan penertiban dengan pendekatan persuasif.
"Jadi saya ngertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua. Tapi sekarang saya masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan. Saya percaya dengan evidence based, dengan bukti rakyat kita akan mengerti," bebernya.
Selain itu, Prabowo menuding ada pengamat yang sengaja menimbulkan kecemasan di masyarakat dan menyayangkan hal tersebut. Ia menekankan pentingnya perbedaan pandangan politik yang sehat.
"Jadi pengamat-pengamat menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa. Karena kita satu negara ini kan satu kapal. Kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng," tutupnya.