Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan edukasi bertajuk “Kakao dan Rahasia Cokelat” untuk memperkenalkan komoditas perkebunan kepada generasi muda.
Kegiatan yang menyasar anak-anak ini diisi dengan berbagai aktivitas menarik seperti dongeng edukatif, kuis interaktif, dan pengenalan kakao secara langsung. Sekitar 60 siswa terlibat dalam program ini.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menekankan pentingnya edukasi perkebunan sejak dini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan investasi dalam pembangunan pengetahuan dan literasi publik.
"Secara strategis, kegiatan seperti ini penting bagi BPDP bahwa kita tidak hanya mengelola dana perkebunan, tetapi juga berinvestasi pada pembangunan pengetahuan dan literasi publik. Edukasi sejak dini merupakan langkah preventif untuk membangun persepsi yang positif, berbasis fakta, dan berorientasi pada keberlanjutan," kata Pangihutan Siagian.
Para peserta yang terdiri dari siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama dari Rumah Tahfidz An Nur, Cinere, Depok, serta anak-anak di sekitar kantor BPDP Gambir, diperkenalkan pada perjalanan kakao dari kebun hingga menjadi cokelat.
Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai peran kakao sebagai komoditas strategis yang mendukung kesejahteraan petani. Kak Rona Mentari, pendiri Rumah Dongeng Anak, membawakan sesi dongeng edukatif yang dikemas secara menarik.
Setelah mendengarkan dongeng, para peserta mengikuti kuis interaktif untuk menguji pemahaman mereka tentang manfaat kakao, proses pengolahan, dan peran petani dalam menghasilkan cokelat.
BPDP juga memperkenalkan komik edukatif anak yang telah diproduksi untuk tiga komoditas perkebunan utama, yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Komik ini disusun dengan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, serta format bilingual.
Melalui kegiatan ini, BPDP berharap dapat menumbuhkan pemahaman positif generasi muda terhadap sektor perkebunan sekaligus memperkuat literasi publik mengenai peran strategis komoditas perkebunan bagi perekonomian nasional.