BPI Danantara Incar Investasi Saham dan Properti untuk Penciptaan Tenaga Kerja

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara fokus pada investasi saham berfundamental baik dan properti, termasuk akuisisi Novotel Makkah, untuk mendukung ekonomi jangka panjang.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025, telah genap berusia satu tahun. Lembaga ini didirikan untuk mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang, dengan fokus pada integrasi dan nilai tambah melalui berbagai inisiatif investasi, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, mengungkapkan bahwa pihaknya aktif melakukan pembelian saham di pasar modal sejak 2 Februari 2026. Investasi ini menyasar saham-saham yang menawarkan valuasi menarik, likuiditas memadai, dan fundamental perusahaan yang kuat.

“Kami di Danantara sudah aktif di pasar hari ini. Terus kita melakukan aktivitas, aktif membeli saham-saham yang kemarin kami bilang, memiliki valuasi yang menarik, perusahaan yang baik, dengan cashflow yang baik, dan juga dengan fundamental dan likuiditas yang baik,” jelas Pandu kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Investasi di pasar modal tidak hanya dipandang sebagai sarana penempatan dana, tetapi juga sebagai strategi Danantara untuk menciptakan lapangan kerja. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap keputusan investasi saham yang diambil oleh lembaga tersebut.

Menurut Pandu, pasar modal juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana yang menghasilkan imbal balik menguntungkan. Ia menekankan bahwa tujuan utama Danantara sebagai investor adalah penciptaan tenaga kerja dan bisnis.

Selain investasi di pasar modal, Danantara juga telah melebarkan sayapnya ke sektor properti. Salah satu langkah signifikan adalah akuisisi Novotel Makkah Thakher City, sebuah fasilitas dengan kapasitas 1.461 kamar. Di samping itu, 14 bidang tanah seluas sekitar 4,4 hektare telah disiapkan untuk pengembangan di masa depan.

Rosan Roeslani, CEO Danantara, menyatakan bahwa investasi properti ini merupakan tahap awal. Lahan-lahan tersebut akan dikembangkan melalui master plan terpadu yang mencakup pembangunan fasilitas perhotelan, ritel, serta sarana pendukung lainnya.

Rosan menegaskan bahwa meskipun kepemilikan aset telah diformalkan, proses pengembangan akan dilaksanakan secara bertahap. Setiap tahapan akan didasarkan pada kajian kelayakan yang komprehensif, kepatuhan terhadap regulasi, dan standar tata kelola yang prudent.

“Penandatanganan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mengamankan aset-aset strategis yang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan layanan bagi para jemaah,” kata Rosan dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Sebagai bagian dari upaya transparansi dan diskusi mengenai rencana investasi ke depan, Danantara akan berpartisipasi dalam acara "Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional". Acara ini, yang diselenggarakan oleh Detikcom, bertujuan untuk membahas strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, dan pengembangan sektor-sektor penggerak pertumbuhan nasional tahun 2026.

Forum dialog konstruktif ini akan mempertemukan regulator, legislator, pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan ekonomi. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav. 12-14 A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 7 April 2026.

Beberapa tokoh penting yang akan menjadi pembicara dalam acara tersebut meliputi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.

Recommended