Hijab dan scarf kini menjadi media ekspresi diri, seperti yang diwujudkan oleh Hijasmita, sebuah brand fesyen asal Jakarta Timur. Brand ini menggabungkan keindahan serta kearifan lokal Indonesia ke dalam desain scarf dan outer modern.
Mita mendirikan Hijasmita pada awal 2019 setelah resign di akhir 2018. Berawal dari keinginannya untuk tetap produktif dan memiliki usaha sendiri, ia memilih fesyen karena melihat tren hijab printing yang sedang populer. Guna memperkuat identitas mereknya, Mita aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pembinaan.
Nama Hijasmita sendiri diambil dari namanya, Asmita, dan dimaknai sebagai simbol hijrah. Ini merepresentasikan perjalanannya dari seorang karyawan menjadi seorang wirausahawan. Sejak awal, merek ini memiliki pesan transformasi diri selain menjual fesyen.
Produk utama Hijasmita adalah scarf multifungsi yang dapat digunakan sebagai hijab, outer, waspina, hingga produk turunan seperti pouch dan scrunchie. Seluruh proses produksi dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, yaitu memaksimalkan nilai guna dari sisa kain.
"Scarf itu sangat fleksibel, tidak hanya sebagai hijab, tetapi juga bisa menjadi outer, waspina, hingga diolah dari sisa kainnya. Saya ingin setiap bahan yang diproduksi tetap dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia," ujar Mita dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Kekuatan Hijasmita juga terletak pada motifnya yang mengangkat ornamen lokal Jakarta, seperti gigi balang, langkan, padi, serta flora Nusantara yang dikemas dalam desain modern. Produk Hijasmita telah dipamerkan, masuk department store, menjalin kemitraan hingga Bali, serta merambah pasar internasional seperti Korea dan Malaysia.
Perjalanan bisnis Hijasmita mencapai fase baru ketika Mita bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta dan mengikuti program BRIncubator BRI pada tahun 2023. Melalui program ini, ia mendapatkan pendampingan yang membantu pengembangan usahanya agar lebih terstruktur dan strategis.
Mita menilai bahwa materi BRIncubator sangat aplikatif karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga langsung membahas tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha. Ia mendapatkan pembekalan tentang pemasaran, branding, digitalisasi, hingga pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan dalam operasional sehari-hari.
"Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari," kata Mita.
Dari evaluasi selama program, Mita menyadari pentingnya fokus dalam pengembangan produk dan penentuan target pasar. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memaksimalkan produk outer, yang dianggap memiliki pasar lebih luas dibandingkan hijab, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi ciri khas Hijasmita.
Selain peningkatan kapasitas bisnis, Mita juga merasakan manfaat dari perluasan jaringan. Kesempatan untuk mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi oleh BRI membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan usaha.
Mita berharap Hijasmita dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh, termasuk menembus pasar internasional. Ia mengatakan bahwa pendampingan yang diterimanya tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga dukungan moral dari para coach dan sesama pelaku usaha.
Komitmen BRI dalam Pemberdayaan UMKM
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa Rumah BUMN BRI bertujuan sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis.
Inisiatif ini dirancang untuk membantu UMKM memperluas jaringan dan menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan UMKM adalah bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
"Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Hijasmita jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah," pungkasnya.