PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memacu penyaluran pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan, terutama melalui dukungan kepada UMKM dan sektor-sektor yang ramah lingkungan.
Aquarius Rudianto, Direktur Network & Retail Funding BRI, menjelaskan bahwa prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang BRI. Hal ini menjadi fondasi untuk memperkuat model bisnis yang tangguh. Orientasi ini memastikan pertumbuhan BRI selaras dengan transisi menuju ekonomi rendah karbon dan inklusi keuangan yang lebih luas.
"Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan. Integrasi ini memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).
Komitmen BRI terhadap keberlanjutan tercermin dalam portofolio bisnisnya. BRI mencatat portofolio sustainable loans sebesar Rp 811,9 triliun hingga Desember 2025, setara dengan 60,5% dari total portofolio pinjaman.
Dari jumlah tersebut, social loans mencapai Rp 718,7 triliun. Dana ini disalurkan untuk pembiayaan mikro, UMKM, dan perumahan bersubsidi, dengan tujuan memperluas akses layanan keuangan, mendorong kesempatan ekonomi yang lebih merata, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, green loans BRI tercatat sebesar Rp 93,2 triliun. Pembiayaan ini dialokasikan untuk berbagai proyek berwawasan lingkungan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan lahan berkelanjutan, transportasi hijau, produk ramah lingkungan (eco-efficient product), green building, serta proyek-proyek lingkungan lainnya. Tujuannya adalah mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif.
Selain penyaluran pinjaman, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding. Pada akhir Desember 2025, tercatat angka sebesar Rp45,6 triliun. Langkah-langkah BRI dalam mendorong agenda keberlanjutan sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang menekankan harmonisasi kehidupan dengan lingkungan, alam, dan budaya.
Pengakuan terhadap upaya keberlanjutan BRI juga datang dari lembaga pemeringkat ESG internasional. BRI memperoleh skor 74/100 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global. BRI juga menjadi Sustainability Yearbook Member selama 4 tahun berturut-turut (2023-2026). Sustainalytics menempatkan BRI pada kategori Low ESG Risk, dan MSCI memberikan peringkat A.