BRIN Temukan Spesies Tumbuhan Baru ‘Lidah Kucing’ di Sumut

BRIN menemukan spesies tumbuhan baru, Homalomena lingua-felis atau 'Lidah Kucing', di Hutan Batang Toru, Sumatra Utara.

Kekayaan hayati hutan Indonesia kembali terungkap dengan penemuan spesies tumbuhan baru. Penemuan ini menegaskan bahwa masih banyak potensi alam di pedalaman hutan nusantara yang belum sepenuhnya dieksplorasi.

Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan seperti ITB, IPB University, UNS, dan Unila, serta pihak swasta seperti Botani Tropika Indonesia dan Jungle Farm Nursery dalam penemuan spesies baru ini.

Spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Homalomena lingua-felis. Tumbuhan ini termasuk dalam keluarga aroid endemik Indonesia, menambah panjang daftar flora unik yang hanya ditemukan di Indonesia.

Lokasi penemuan spesies ini berada di Hutan Batang Toru, Sumatra Utara, wilayah yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Hutan ini menjadi habitat berbagai flora dan fauna langka yang membutuhkan perhatian khusus, serta menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan primer di Sumatra.

Nama spesies lingua-felis berasal dari bahasa Latin, di mana lingua berarti lidah dan felis berarti kucing. Penamaan ini merujuk pada tekstur permukaan daun yang dipenuhi rambut halus, sehingga terasa kasar dan menyerupai lidah kucing.

Proses Identifikasi Ilmiah

Untuk memastikan status spesies baru, peneliti melakukan serangkaian prosedur ilmiah:

  1. Pengamatan morfologi, yaitu mengamati detail bentuk daun dan struktur bunga.
  2. Perbandingan herbarium, yaitu mencocokkan sampel dengan koleksi spesimen tanaman yang tersimpan di herbarium nasional.
  3. Analisis DNA, yaitu melakukan pengujian genetik untuk melihat perbedaan DNA yang mendasari klasifikasi spesies baru.

Pentingnya Penemuan Spesies Baru

Penemuan Homalomena lingua-felis berdampak besar bagi konservasi di Indonesia. Selain memperbarui data flora nasional, temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah dan aktivis lingkungan untuk menentukan upaya perlindungan spesies yang tepat dan merumuskan langkah-langkah pencegahan kepunahan akibat kerusakan habitat.

Melalui riset berkelanjutan, para peneliti berharap dapat terus mengungkap kekayaan hayati Indonesia untuk menjaga warisan alam bagi generasi mendatang. (Talitha Islamey)

Recommended