Sejumlah pengguna ponsel Google Pixel melaporkan gangguan pada daya tahan baterai perangkat mereka yang terkuras habis secara tidak wajar pada Kamis (30/4/2026). Masalah ini diduga muncul akibat adanya celah keamanan atau bug sistem yang membuat konsumsi daya tetap tinggi meski ponsel dalam kondisi tidak digunakan.
Dilansir dari Detik iNET, tim 9to5Google pertama kali mendeteksi keluhan ini setelah banyak pengguna menyampaikan protes di forum daring. Laporan tersebut mencakup berbagai model perangkat terbaru, mulai dari Pixel 7A, Pixel 8 Pro, hingga seri Pixel 9 Pro dan Pixel 10 Pro XL.
Berdasarkan laporan Mirror, gangguan ini dipicu oleh masalah 'CPU wakeup' yang memaksa prosesor terus bekerja di latar belakang. Aktivitas sistem ini tetap berlangsung secara berkelanjutan bahkan saat layar perangkat sudah dimatikan oleh pengguna.
Dampak dari bug tersebut memaksa beberapa pemilik ponsel untuk melakukan pengisian daya hingga tiga kali dalam sehari demi menjaga perangkat tetap aktif. Keluhan spesifik muncul dari pengguna yang mendapati persentase baterai merosot tajam dalam waktu singkat tanpa aktivitas berat.
"Pixel 7A — baik ponsel saya maupun ponsel istri saya — mengalami masalah ini sejak pertengahan Maret. Baterai ponsel tiba-tiba turun dari 20% menjadi 0%, pengisian daya lambat, dan baterai terkuras saat dimatikan," ujar Phil, seorang pengguna Pixel.
Pengguna lain bernama Fz mengungkapkan bahwa baterai Pixel 9 Pro XL miliknya hanya tersisa 30 persen saat bangun pagi, padahal sudah diisi penuh sebelum tidur. Kendala ini dilaporkan mulai muncul secara masif setelah perangkat menerima pembaruan sistem pada Maret 2026 lalu.
Meskipun demikian, masalah ini tampaknya tidak berdampak merata kepada seluruh pemilik perangkat Pixel. Seorang pengguna bernama Warren menyebutkan bahwa Pixel 9 Pro miliknya masih berfungsi normal dengan sisa baterai 79 persen setelah digunakan selama hampir sembilan jam.
Hingga saat ini, Google diperkirakan tengah melakukan investigasi mendalam terhadap laporan kerusakan perangkat lunak tersebut. Perusahaan diharapkan segera merilis pembaruan sistem susulan untuk menormalkan kembali manajemen daya pada perangkat yang terdampak.