Laba PGN Tumbuh 46 Persen Mencapai US$90,4 Juta pada Kuartal I-2026

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan laba bersih US$90,4 juta pada kuartal I-2026 berkat efisiensi operasional dan fokus pada pasar domestik.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan sebesar 46 persen secara tahunan (YoY) menjadi USD90,4 juta pada kuartal I-2026 yang diumumkan pada Rabu, 29 April 2026. Pencapaian Subholding Gas Pertamina ini didorong oleh efisiensi biaya dan optimalisasi layanan gas domestik di tengah dinamika energi global.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh kenaikan laba kotor sekitar 12 persen seiring dengan penurunan beban pokok sebesar USD54 juta atau sekitar 7 persen. Dilansir dari Medcom, PGN meraup pendapatan total mencapai USD929,6 juta dengan nilai EBITDA sebesar USD240,6 juta sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Kinerja pendapatan perusahaan tetap stabil pada sektor niaga dan infrastruktur gas bumi meski tidak terdapat aktivitas penjualan LNG pada segmen perdagangan internasional. Strategi disiplin keuangan juga membantu perusahaan menurunkan beban keuangan menjadi USD13,7 juta serta memperbaiki selisih kurs selama awal tahun ini.

Pada aspek operasional, PGN berhasil menyalurkan volume gas bumi sebesar 777 BBTUD dengan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. Infrastruktur perusahaan tercatat memiliki tingkat keandalan hingga 99,9 persen dalam melayani lebih dari 825 ribu pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Total pelanggan tersebut meliputi 822.561 sambungan rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan dari sektor industri dan komersial. PGN juga memaksimalkan jasa regasifikasi melalui FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat, dan fasilitas LNG Arun guna menjaga ketersediaan pasokan energi nasional.

"Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi," ujar Catur Dermawan, Direktur Keuangan PGN. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi kunci stabilitas operasional di tengah dinamika kebutuhan energi dalam negeri.

Arus kas operasional perusahaan tercatat positif pada angka USD86,9 juta dengan rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) yang sehat di level 29 persen. Ke depan, PGN berencana memperluas akses energi melalui penguatan jaringan pipa dan pengembangan layanan jaringan gas rumah tangga (jargas).

Recommended