PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan performa keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025, meskipun menghadapi dinamika harga komoditas global. Perusahaan berhasil mencatatkan profitabilitas operasional, ditopang oleh disiplin dalam pengelolaan operasional dan upaya efisiensi biaya yang berkelanjutan.
Christopher Fong, Chief Corporate Affairs Officer BUMI, seperti dikutip dari Detik Finance pada Senin (30/3/2026), menjelaskan bahwa meski harga batu bara mengalami penurunan dan kondisi pasar penuh tantangan, Bumi Resources mampu mempertahankan margin yang membaik. Pencapaian ini berkat fokus perusahaan pada efisiensi dan tata kelola biaya yang ketat.
Secara lebih rinci, pendapatan perusahaan tumbuh 4,8% menjadi US$ 1.424,8 juta pada 2025, dibandingkan dengan US$ 1.359,7 juta pada 2024. Peningkatan ini diiringi oleh keberhasilan menekan beban pokok pendapatan sebesar 1,2% menjadi US$ 1.175,7 juta. Sebagai hasilnya, laba bruto Bumi Resources melesat 47,1% mencapai US$ 249,1 juta.
Penurunan beban usaha tipis sebesar 0,4% menjadi US$ 107,9 juta turut berkontribusi pada lonjakan laba usaha sebesar 131,4% menjadi US$ 141,3 juta. Kondisi ini juga tercermin pada kenaikan margin usaha yang signifikan, dari 4,5% menjadi 9,9%.
Kinerja menguntungkan ini juga terlihat pada laba sebelum pajak yang naik 48,6% menjadi US$ 181,1 juta. Laba bersih konsolidasi perusahaan meningkat 35,7% menjadi US$ 122,3 juta. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 20,1%, mencapai US$ 81,0 juta dari US$ 67,5 juta di tahun fiskal 2024.
Perbandingan Kinerja Keuangan Konsolidasian 2025
Walaupun demikian, kinerja keuangan konsolidasian BUMI pada FY 2025 menunjukkan tekanan jika dibandingkan dengan FY 2024, terutama akibat penurunan harga batu bara global. Pendapatan di 2025 tercatat US$ 4.808,8 juta, turun 15,9% dari US$ 5.718,9 juta pada tahun sebelumnya.
Penurunan ini diikuti oleh beban pokok pendapatan yang juga terkoreksi 16,9% menjadi US$ 4.262,2 juta. Konsekuensinya, laba bruto turut berkurang 7,7% menjadi US$ 546,6 juta dari US$ 591,9 juta.
Meski beban usaha berhasil ditekan 8,5% menjadi US$ 232,6 juta, hal tersebut belum cukup menahan penurunan laba usaha yang turun 7,1% menjadi US$ 314,0 juta. Menariknya, margin usaha justru membaik dari 5,9% menjadi 6,5%, menandakan efisiensi operasional yang terjaga.
Di sisi profitabilitas, laba sebelum pajak penghasilan sedikit turun 1,3% menjadi US$ 286,1 juta. Laba tahun berjalan (neto) juga menurun 5,3% menjadi US$ 161,8 juta dari US$ 170,9 juta. Namun, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru meningkat 20,1% menjadi US$ 81,0 juta, dibandingkan US$ 67,5 juta pada FY 2024.
Kinerja Operasional yang Stabil
Di tengah tantangan pasar, kinerja operasional Bumi Resources tetap stabil sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan efektivitas manajemen operasional dan konsistensi perusahaan dalam mengendalikan biaya. Produksi batu bara tercatat 74,8 juta ton, naik tipis 0,2% dari tahun sebelumnya. Namun, penjualan batu bara sedikit menurun 2% menjadi 74,6 juta ton.
Harga rata-rata FOB (Free On Board) juga mengalami koreksi cukup dalam, yakni 17% menjadi US$ 59,7 per ton dari sebelumnya US$ 71,8 per ton. Dalam aktivitas tambang, volume lapisan penutup yang dipindahkan (overburden removed) turun 8% menjadi 596,2 juta bcm. Meski begitu, rasio kupasan tanah (strip ratio) membaik dari 8,7 kali menjadi 8,0 kali, menunjukkan peningkatan efisiensi operasional. Persediaan perusahaan juga meningkat menjadi 2,0 juta ton dari 1,6 juta ton di tahun sebelumnya.
Proyeksi Kinerja 2026 dan RUPST
Untuk tahun 2026, Bumi Resources menargetkan volume penjualan di kisaran 76 hingga 78 juta ton, dengan proyeksi harga rata-rata US$ 60 hingga 62 per ton. Sementara itu, biaya kas produksi diperkirakan berada dalam rentang US$ 43 hingga 44 per ton.
Perusahaan juga berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat pada Juni 2026. Selain itu, sesi earnings call untuk hasil FY 2025 akan diadakan guna memberikan pemahaman lebih lanjut kepada para pemangku kepentingan.
Bumi Resources menegaskan komitmennya untuk mempertahankan efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat portofolio usaha jangka panjang perusahaan.