Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, menjelaskan alasan di balik keputusan perusahaan untuk melakukan buyback atau pembelian kembali saham. Aksi korporasi ini, menurutnya, merupakan wujud dukungan terhadap perekonomian dalam negeri sekaligus upaya memperkuat partisipasi di pasar modal.
Menurut Boy Thohir, langkah buyback ini mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap fundamental ADRO yang kuat. Hal ini juga didukung oleh fundamental perseroan yang solid di tengah tekanan ekonomi global.
"Saya percaya bahwa ADRO serta pasar modal Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik. Kenapa kita buyback? Karena kita yakin bahwa fundamentalnya bagus, dan kita bisa lihat itu," ujar Boy Thohir dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Thohir menambahkan bahwa ketidakstabilan situasi global saat ini justru menyoroti betapa pentingnya kekuatan sumber daya yang dimiliki Indonesia. Konflik geopolitik dan gangguan pada rantai pasok dunia, lanjutnya, seringkali memicu kenaikan harga komoditas energi.
Indonesia, kata Boy Thohir, memiliki posisi strategis karena didukung oleh kekayaan sumber daya energi yang melimpah, mulai dari batu bara hingga energi baru terbarukan. Keunggulan komparatif ini menjadikan Indonesia memiliki peran strategis dibandingkan banyak negara lain di kawasan ini.
"Kita bersyukur Indonesia punya batubara, geothermal, hydro, juga solar. Nah itulah yang menunjukkan kenapa negara kita memiliki comparative advantage yang negara lain tidak punya," pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, ADRO berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback jumbo. Aksi korporasi ini akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 17 April 2026.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Alamtri Resources telah menyiapkan dana sebesar Rp 4 triliun untuk merealisasikan buyback ini. Rencananya, pembelian kembali saham ini akan berlangsung paling lambat 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPST.