CamilanQ Surakarta Perluas Pasar dengan LinkUMKM BRI

CamilanQ, usaha kuliner di Surakarta, memperluas pasar dengan memanfaatkan LinkUMKM BRI untuk pelatihan digital marketing.

Berawal dari bisnis rumahan, CamilanQ berkembang menjadi usaha kuliner di Surakarta sejak tahun 2020. Pastel Abon menjadi produk andalan yang dipasarkan secara online dan offline, serta melalui berbagai pameran.

Keunggulan Pastel Abon CamilanQ terletak pada rasa gurih dan renyahnya yang khas. Konsistensi rasa dan penggunaan bahan baku berkualitas menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan di tengah perubahan tren pasar.

Sri Lestari Rahayu, Founder CamilanQ, menjelaskan bahwa pengembangan usaha dilakukan bertahap dengan fokus pada kualitas produk, promosi, dan pelayanan pelanggan. Hal ini juga mendorong pemanfaatan kanal digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

"CamilanQ dimulai dari hobi membuat kue dan camilan di rumah. Ide awalnya dari membuat pastel abon untuk keluarga dan tetangga, lalu banyak yang suka dan minta dibuatkan lagi. Tahun 2020 mulai jalan, awalnya jualan online di media sosial. Proses membangun usaha dengan terus meningkatkan kualitas produk, promosi, dan melayani pelanggan dengan baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/3/2026).

Untuk meningkatkan kemampuan digital, Sri memanfaatkan LinkUMKM BRI untuk pelatihan digital marketing dan akses ke platform e-commerce. Selain itu, CamilanQ juga menggunakan QRIS BRI dan tabungan BRI untuk membantu pengelolaan keuangan usaha.

"Mengenal LinkUMKM BRI dari Rumah BUMN Solo, saya bergabung karena ingin meningkatkan kemampuan digital dan memperluas pasar. LinkUMKM membantu melalui pelatihan digital marketing dan akses ke platform e-commerce, sementara fitur yang saya gunakan adalah promo digital. Setelahnya, omzet meningkat dan jangkauan pasar lebih luas," ungkapnya.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan bahwa LinkUMKM BRI dirancang untuk memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM dapat memperkuat kemampuan digital serta menata pengelolaan usaha secara lebih terarah.

"LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif. Melalui penguatan tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Recommended