Cara Cek Panduan OPSI 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 7 Maret

Pendaftaran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 masih dibuka hingga 7 Maret. Panduan OPSI tersedia di situs Puspresnas.

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 membuka pendaftaran hingga 7 Maret 2026. Siswa SMP dan SMA sederajat dapat berpartisipasi dalam ajang ini.

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) melalui akun Instagram @puspresnas mengumumkan batas waktu pendaftaran dan unggah proposal hingga 7 Maret 2026.

OPSI menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas ilmiah, dan kepemimpinan intelektual melalui penelitian yang sistematis dan beretika. Program ini diharapkan meningkatkan daya saing peserta didik Indonesia di tingkat global.

Panduan OPSI ditujukan bagi murid, guru, satuan pendidikan, dinas pendidikan, juri, dan panitia. Isinya memuat ketentuan umum, mekanisme pendaftaran, tahapan seleksi, serta kriteria penilaian.

Panduan OPSI 2026 dapat diakses melalui laman pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka link pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id

  2. Gulir ke bawah hingga menemukan kanal Kabar Prestasi

  3. Klik Panduan OPSI 2026

  4. Pilih panduan OPSI 2026 antara SMP dan SMA

Panduan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan penelitian peserta didik melalui penegasan tahapan penelitian yang sistematis dan sesuai kaidah ilmiah.

Dengan panduan yang jelas, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif, yang merupakan kompetensi kunci dalam pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Panduan OPSI juga diharapkan dapat mendorong integrasi prinsip-prinsip STEM ke dalam kegiatan penelitian peserta didik, sehingga menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan nyata di lingkungan sekitar.

Dengan adanya panduan ini, penyelenggaraan OPSI diharapkan semakin mampu mencetak talenta riset muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, serta membangun ekosistem pembinaan penelitian berbasis STEM yang berkelanjutan.

Recommended