Momen Lebaran sering kali identik dengan peningkatan pengeluaran. Penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) kerap dianggap sebagai kesempatan untuk memenuhi berbagai keinginan, mulai dari membeli pakaian baru hingga menyiapkan hidangan istimewa.
Namun, penting untuk diingat bahwa kebutuhan finansial tetap ada setelah Lebaran berlalu. Mengelola THR dengan bijak menjadi kunci agar tidak mengalami masalah keuangan di kemudian hari.
Perayaan Lebaran memang pantas dilakukan. Membeli baju baru, menyiapkan hidangan lezat, atau mudik adalah hal yang wajar. Mengalokasikan sebagian THR untuk keperluan tersebut merupakan tradisi yang baik.
Keseimbangan adalah kunci utama. Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah itu benar-benar kebutuhan mendesak atau hanya keinginan sesaat. Tekanan dari media sosial untuk merayakan Lebaran secara "sempurna" juga perlu disikapi dengan bijak.
Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan bahwa THR sebaiknya dikelola dengan tujuan yang jelas. Prioritaskan ibadah, kebutuhan Lebaran, persiapan masa depan, dan perlindungan finansial keluarga.
Vivin menekankan bahwa perencanaan keuangan bukan hanya tentang menambah aset, tetapi juga melindungi yang sudah dimiliki. Menyisihkan sebagian THR untuk perlindungan finansial adalah bentuk tanggung jawab dan ikhtiar.
“Jika pencari nafkah mengalami hal tak terduga sehingga tidak bisa bekerja, tabungan keluarga dapat cepat terkuras. Karena itu, menyisihkan sebagian THR untuk perlindungan finansial keluarga merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus ikhtiar dalam menghadapi risiko,” ujarnya.
Salah satu cara sederhana mengelola THR adalah dengan formula 50–30–20. Alokasikan 50 persen untuk kebutuhan Lebaran, termasuk zakat. Sisihkan 30 persen untuk tabungan atau investasi. Gunakan 20 persen sisanya untuk perlindungan finansial, seperti dana darurat atau asuransi.
Proporsi ini fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Yang terpenting, jaga keseimbangan antara menikmati momen Lebaran dan mempersiapkan masa depan.
THR juga menjadi momentum evaluasi keuangan. Perkuat tabungan atau dana darurat sebagai cadangan perlindungan jika terjadi hal tak terduga. Bagi yang sudah terbiasa, sisihkan sebagian THR untuk investasi jangka panjang.
Semangat berbagi juga penting. Alokasikan sebagian THR untuk zakat dan sedekah agar rezeki yang diterima membawa manfaat bagi orang lain.
Intinya, mengelola THR bukan tentang membatasi kebahagiaan, tetapi memastikan kebahagiaan itu berlanjut setelah Lebaran. Dengan pengelolaan yang bijak, perayaan Lebaran bisa dinikmati tanpa khawatir kondisi keuangan di kemudian hari.