CDU Australia Batalkan Pembukaan Kampus Cabang di London

Charles Darwin University (CDU) membatalkan rencana membuka kampus cabang di London setelah analisis risiko. Dana AUD1,9 juta telah dikeluarkan.

Charles Darwin University (CDU), universitas yang berlokasi di wilayah terpencil Australia, mengumumkan pembatalan rencana pembukaan kampus cabang di London, Inggris. Keputusan ini diambil setelah dilakukan analisis risiko secara mendalam.

Meskipun berbagai persiapan telah dilakukan, pihak CDU menyatakan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah fokus pada kegiatan operasional di Northern Territory, Australia.

Pengumuman ini disampaikan beberapa hari setelah pengunduran diri Rektor Scott Bowman, yang terkait masalah akreditasi di divisi pelatihan universitas. Selain itu, penunjukan ilmuwan sosial Jodie Duignan-George sebagai pengelola cabang di London juga terjadi tiga bulan sebelumnya.

Rencana awal, yang dipublikasikan pada Oktober lalu, adalah menawarkan program Magister (S2) di bidang keamanan siber, manajemen pendidikan, dan kesehatan dengan sistem pembelajaran fleksibel. Gelar-gelar ini dirancang untuk profesional dan sebagian besar disampaikan secara daring, dengan sesi tatap muka di kampus London Timur yang seharusnya dibuka tahun ini.

Universitas menyatakan bahwa inisiatif tersebut akan tetap berada dalam fase praoperasional. Prioritas CDU adalah menjaga stabilitas dan ketahanan institusi di Northern Territory.

Pihak manajemen menegaskan bahwa belum ada mahasiswa yang memulai belajar, kegiatan mengajar belum berjalan, dan tidak ada komitmen jangka panjang seperti kontrak sewa gedung yang telah ditandatangani.

Kerugian Dana dan Dampak Pengembangan Program

Universitas melaporkan telah mengeluarkan dana sekitar AUD1,9 juta (setara Rp19 miliar) untuk biaya persiapan, termasuk jasa profesional, pemasaran, pembuatan kurikulum, dan gaji staf. Meskipun demikian, CDU mengklaim pengembangan program gelar fleksibel ini akan memperkuat kualitas layanan pendidikan mereka di Australia.

Pada November lalu, saat CDU mengumumkan penunjukan pimpinan cabang Inggris, universitas menyatakan minat pendaftar untuk program Magister di London mulai meningkat.

Duignan-George, yang sebelumnya bekerja sama dengan Bowman, ditugaskan untuk membangun jaringan kemitraan CDU di Inggris, mencari peluang bisnis baru, serta menghubungkan basis di Inggris dengan kampus-kampus di Australia.

Bowman dikenal memiliki pengalaman mendirikan kampus cabang di Singapura dan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa langkah ke Inggris diambil karena kebijakan pemerintah Australia yang membatasi mahasiswa asing masuk ke dalam negeri, sehingga CDU harus mencari sumber pendapatan di luar negeri.

Menurutnya, untuk memberikan pendidikan berkelas dunia bagi warga di Northern Territory, universitas perlu meningkatkan pendapatan dengan cara mengekspor pengalaman pendidikan tinggi mereka ke mancanegara.

Kritik dan Fokus Masa Depan

Setelah masa kepemimpinan Bowman, Trevor Riley mengambil alih posisi sebagai Chancellor. Bowman juga mendapat kritik karena dianggap tidak segera melaporkan masalah akreditasi universitas.

Kepala Wilayah Northern Territory, Lia Finocchiaro, mengkritik keras rencana ekspansi ke Inggris setelah mundurnya Bowman. Ia meragukan langkah itu bisa menjadi solusi pendapatan yang efektif bagi universitas.

Finocchiaro menekankan pentingnya menyediakan jalur pendidikan bagi generasi muda daerah agar bisa bekerja di wilayah mereka sendiri, dan mengingatkan bahwa fokus yang terlalu terbagi dapat mengakibatkan kinerja institusi menjadi tidak maksimal.

Ia juga menegaskan keinginannya agar universitas lebih bersinergi dengan program ekonomi pemerintah, khususnya pada sektor-sektor utama seperti pertanian, pertahanan, energi, pertambangan, dan pariwisata.

Recommended