Pabrikan otomotif asal China, Chery, mengklaim tengah mempersiapkan teknologi baterai solid-state yang berpotensi merevolusi performa mobil listrik. Pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan kendaraan listrik dengan jarak tempuh sangat jauh, bahkan mencapai lebih dari 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya. Potensi ini melampaui kemampuan sebagian besar kendaraan listrik yang ada di pasar saat ini, seperti dilansir dari Medcom.
Prototipe baterai solid-state Chery saat ini telah mencapai kepadatan energi 400 watt-hour per kilogram (Wh/kg). Angka tersebut jauh melampaui baterai lithium-ion konvensional yang umumnya memiliki kepadatan 250 hingga 300 Wh/kg. Ke depannya, Chery menargetkan peningkatan kepadatan energi hingga 600 Wh/kg pada generasi baterai berikutnya.
Baterai solid-state menjadi fokus pengembangan banyak produsen otomotif global karena menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan baterai lithium-ion yang masih menggunakan elektrolit cair. Teknologi ini berpotensi membuat baterai lebih ringan, memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi, dan lebih efisien dari sisi biaya dalam jangka panjang.
Sebagai perbandingan, mobil listrik dengan jarak tempuh terpanjang di pasar saat ini, seperti BMW iX3, memiliki klaim jarak 805 km berdasarkan pengujian WLTP. Model baru seperti Volvo EX60 dan BMW i3 generasi terbaru diprediksi akan mencapai 810 km dan 900 km. Angka ini masih jauh di bawah target 1.500 km yang ingin dicapai Chery.
Bagian dari Keluarga Baterai Rhino
Teknologi baterai solid-state ini akan terintegrasi dalam lini baterai baru Chery yang diberi nama “Rhino”. Dalam keluarga baterai Rhino, Chery juga mengembangkan varian lain untuk berbagai jenis kendaraan elektrifikasi. Salah satunya adalah H Series, baterai yang dirancang untuk kendaraan hybrid dengan klaim jarak tempuh hingga 2.000 km. Selain itu, ada juga E Series, baterai lithium-ion khusus untuk kendaraan listrik murni.
Baterai-baterai dalam keluarga Rhino ini juga dirancang memiliki daya tahan tinggi, mencapai 5.000 siklus pengisian daya. Chery menargetkan kemampuan pengisian cepat, yang memungkinkan kendaraan mendapatkan tambahan jarak 500 km hanya dalam delapan menit pengisian. Namun, belum ada penjelasan rinci apakah kemampuan pengisian cepat ini berlaku untuk baterai lithium-ion, solid-state, atau keduanya.