Chery Resmikan Pusat Pelatihan Kedua di Makassar Perkuat Layanan

Chery Sales Indonesia meresmikan Training Center di Makassar untuk meningkatkan kompetensi teknisi dan layanan purnajual di wilayah Indonesia Timur.

PT Chery Sales Indonesia (Chery) meresmikan Chery Training Center di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (30/4/2026) sebagai pusat pelatihan kedua di tanah air. Fasilitas ini didirikan untuk meningkatkan standar kompetensi teknisi serta memperkuat jaringan layanan purnajual bagi konsumen di kawasan Indonesia Timur.

Pembangunan pusat pelatihan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperluas jangkauan transfer teknologi setelah sebelumnya mengoperasikan fasilitas serupa di Bekasi, Jawa Barat. Dilansir dari Medcom, operasional pusat pelatihan ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar.

"Kehadiran Training Center di Makassar menjadi langkah nyata untuk memperluas transfer pengetahuan hingga ke Indonesia Timur, sekaligus membekali talenta lokal dengan keterampilan teknis dan profesionalisme kerja," kata Chief Operation Officer Chery Sales Indonesia, Wang Peng, melalui keterangan resminya.

Pemilihan Makassar didasarkan pada posisi kota tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,39 persen pada triwulan III 2025. Berdasarkan data industri, Sulawesi Selatan juga memberikan kontribusi sebesar 4,1 persen terhadap total penjualan kendaraan di tingkat nasional.

Fasilitas ini mengusung tiga pilar utama dalam kurikulum pelatihannya, yakni penguatan kompetensi teknis, standar layanan pelanggan, dan pendalaman pengetahuan produk. Selain itu, terdapat program Train of the Trainer (TOT) yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas para instruktur agar proses edukasi berjalan efektif.

Pusat pelatihan ini juga difungsikan sebagai lokasi studi peningkatan kualitas berdasarkan temuan teknis di lapangan. Integrasi modul kendaraan listrik dan penyediaan unit praktik serta alat pengisian daya menjadi komponen penting untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi tren elektrifikasi otomotif.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Darmawansyah, menyatakan bahwa penyelarasan kurikulum antara industri dan pemerintah merupakan hal krusial. Sinergi ini diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja lokal di sektor otomotif profesional.

Recommended