Pemerintah China secara resmi memamerkan wujud operasional penuh jet tempur siluman generasi kelima terbarunya, J-35A, yang ditujukan untuk pasar ekspor pada Kamis (7/5/2026). Pesawat dengan nomor seri 001 tersebut terlihat ditarik keluar dari hanggar dalam tayangan televisi nasional CCTV.
Jet tempur ini dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation di bawah naungan Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Dilansir dari Detik iNET, jet ini merupakan varian ekspor yang disebut J-35AE dan menjadi platform generasi kelima kedua milik China setelah J-20.
Komentator militer Liang Guoliang menyebutkan bahwa Pakistan berpotensi menjadi pelanggan internasional pertama. Negara tersebut dikabarkan telah menandatangani kesepakatan pengadaan hampir 40 unit J-35AE untuk memodernisasi armada udaranya yang mulai menua.
"Pesawat ini dapat dioperasikan di darat sekaligus sebagai pesawat berbasis kapal induk untuk penerbangan angkatan laut. Dengan fleksibilitas seperti itu, J-35A dapat menjadi pesawat ekspor ideal," kata Song Zhongping, mantan instruktur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
J-35AE dirancang dengan teknologi siluman, ruang penyimpanan senjata internal, dan sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA). Pesawat ini diklaim mampu melaju hingga kecepatan Mach 1,8 dan membawa rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15.
Langkah China ini memicu kekhawatiran di India yang saat ini masih dalam fase pengembangan jet tempur generasi kelima AMCA. Ketua DRDO India, Dr. Samir V. Kamat, menyatakan bahwa proyek AMCA baru dimulai pada 2024 dan diperkirakan baru siap pada 2035.
China memposisikan J-35AE sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan pesawat F-35 buatan Amerika Serikat. Harga per unit jet tempur ini diperkirakan berada pada rentang USD 35 juta hingga USD 80 juta.
Meskipun menawarkan lompatan teknologi bagi Pakistan, pengoperasian jet ini menuntut biaya pemeliharaan yang tinggi. Selain itu, muncul kekhawatiran mengenai potensi ketergantungan teknis dan mekanisme pengawasan dari pihak manufaktur China terhadap negara pembeli.