Perilaku pengeluaran masyarakat Indonesia saat traveling berbeda-beda tiap generasi. Hal tersebut terungkap dalam riset Jenius Study 2026 tentang perilaku traveling lintas generasi.
Studi ini memetakan empat tipe perilaku pengeluaran, yaitu Smart Planner, Budget Traveler, Experience Spender, dan Comfort Seeker. Hasilnya, mayoritas responden di semua generasi mengedepankan perencanaan matang.
Pada Gen X (kelahiran 1965-1980), 51% adalah Smart Planner. Gen Y (milenial, kelahiran 1981-1996), 46% Smart Planner, 21% Comfort Seeker, 17% Experience Spender, dan 16% Budget Traveler.
Gen Z (kelahiran 1997-2012) memperlihatkan pola variatif: 35% Smart Planner, 30% Experience Spender, 19% Budget Traveler, dan 16% Comfort Seeker. Hal ini menandakan Gen Z lebih terbuka mengeluarkan dana demi pengalaman unik, meski tetap mempertimbangkan anggaran.
Jenius menilai perbedaan ini mencerminkan perubahan prioritas dan gaya hidup antar generasi. Traveling bukan lagi sekadar liburan, tetapi juga bagian dari keputusan finansial yang terencana.
Mayoritas responden mengandalkan dana darurat untuk situasi tak terduga, seperti cuaca ekstrem atau pembatalan transportasi.
Pada Gen X, 45% mengandalkan dana darurat. Sementara pada Gen Y, 45% juga menjadikan dana darurat solusi utama. Gen Z sedikit berbeda, 34% mengandalkan dana darurat, 33% menggunakan anggaran lain, dan 23% memanfaatkan keduanya.
Sebanyak 58% responden dari Gen X, Gen Y, dan Gen Z mengaku tidak membeli asuransi perjalanan. Padahal, proteksi perjalanan dapat memberikan perlindungan finansial dari berbagai risiko tak terduga.
Beberapa risiko yang ditanggung asuransi perjalanan antara lain penolakan visa, pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, biaya medis, hingga kecelakaan. Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan risiko masih kerap diabaikan.