Peramban Google Chrome dilaporkan melakukan pengunduhan data kecerdasan buatan (AI) berskala besar ke perangkat pengguna secara otomatis tanpa adanya notifikasi atau persetujuan pada Rabu (6/5/2026). Aktivitas ini menyebabkan penurunan drastis pada ruang penyimpanan perangkat serta peningkatan beban kerja disk yang tidak wajar.
Dilansir dari Detik iNET, para pengguna menemukan folder bernama "OptGuideOnDeviceModel" yang berisi data Large Language Model (LLM) dari Gemini Nano berukuran sekitar 4GB. Folder tersebut ditemukan pada direktori instalasi Chrome di berbagai sistem operasi, termasuk Windows 11, Mac berbasis Apple Silicon, dan Ubuntu.
Data berukuran besar ini tetap akan diunduh kembali oleh sistem meskipun pengguna telah mencoba menghapusnya secara manual dari folder lokal. Di sistem Windows 11, berkas misterius ini tersimpan di jalur direktori `%LOCALAPPDATA%\Google\Chrome\User Data\OptGuideOnDeviceModel`.
Alexander Hanff, seorang ilmuwan komputer dan pengacara privasi, memverifikasi perilaku peramban tersebut dan menyatakan adanya potensi dampak lingkungan yang besar. Ia memperkirakan distribusi data 4GB kepada ratusan juta pengguna dapat memicu transfer data hingga skala exabyte.
"Hal ini berpotensi menghasilkan jejak emisi karbon antara 6.000 hingga 60.000 metrik ton CO2 secara sia-sia," kata Alexander Hanff, Ilmuwan Komputer dan Pengacara Privasi, mengenai dampak transfer data masif tersebut.
Hanff secara resmi menuduh Google melanggar regulasi privasi Eropa karena memaksa pengunduhan data tanpa sepengetahuan pengguna. Meskipun fitur utama seperti Google Search AI berjalan melalui server cloud, data 4GB ini ternyata hanya digunakan untuk fitur bantuan penulisan dan fungsi luring tertentu.
Google dilaporkan membatasi distribusi otomatis file LLM ini pada perangkat PC atau laptop modern yang dianggap memiliki spesifikasi mumpuni. Pengguna yang terdampak dapat menghentikan aktivitas ini melalui menu pengaturan teknis `chrome://flags` dengan menonaktifkan opsi "Enables optimization guide on device on Android".