Cisco secara resmi mengintegrasikan prosesor AMD Ryzen Embedded V3000 ke dalam lini produk jaringan terbarunya di Jakarta pada Kamis (16/4/2026) untuk memperkuat infrastruktur pusat data. Langkah ini dilakukan guna menjawab lonjakan kebutuhan beban kerja kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan performa komputasi tinggi sekaligus efisiensi energi yang optimal.
Dilansir dari Medcom, integrasi perangkat keras ini diterapkan pada switch Cisco N9300 Series dan router Cisco 8000 Series. Kedua perangkat tersebut memegang peranan vital dalam fungsi control plane, yang bertugas mengatur, mengonfigurasi, dan mengarahkan lalu lintas jaringan global secara otomatis.
Switch Ethernet seri N9300 dirancang khusus untuk mendukung pusat data berbasis AI dengan kepadatan tinggi namun tetap hemat daya. Melalui dukungan ASIC dari Cisco, prosesor AMD Ryzen ini memfasilitasi operasional telemetri tingkat lanjut, analitik waktu nyata, serta manajemen enkripsi MACsec yang lebih responsif.
"Prosesor AMD V3000 memberikan kepadatan komputasi dan efisiensi daya yang selaras dengan kebutuhan pelanggan korporat," kata Murali Gandluru, Wakil Presiden Cisco Data Center Networking. Ia menambahkan bahwa desain ringkas 1RU dan 2RU pada switch ini mampu menyajikan pemrosesan setara server dalam ruang terbatas.
Sementara itu, bagi penyedia layanan global, router Cisco 8000 Series kini memiliki kemampuan otomatisasi berbasis cloud dengan kapasitas komputasi yang lebih besar. Penggunaan prosesor ini bertujuan membantu pengelolaan tabel perutean skala besar serta menjaga ketahanan operasional saat menghadapi lalu lintas data yang padat.
Keluarga prosesor AMD Ryzen Embedded V3000 yang diadopsi Cisco menyediakan pilihan 4, 6, atau 8 core dengan kapasitas memori DDR5 mencapai 96GB. Spesifikasi teknis tersebut memberikan bandwidth yang memadai untuk menangani beban kerja control plane yang sangat intensif setiap harinya.
Selain aspek performa, kolaborasi antarperusahaan teknologi ini mengedepankan masa pakai produk yang lebih lama bagi konsumen. Penggunaan arsitektur x86 pada prosesor AMD dipastikan tetap kompatibel dengan berbagai ekosistem perangkat lunak yang ada sehingga mempercepat proses implementasi jaringan di lapangan.