Manajemen Borneo FC memanfaatkan teknologi perangkat lunak asal Rusia untuk memantau data statistik pemain di seluruh dunia guna memperkuat komposisi tim pada kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Langkah ini diambil guna mempertahankan konsistensi klub yang kini telah menginjak usia 11 tahun dalam persaingan papan atas sepak bola nasional.
Presiden Borneo FC, Nabil Husein, menjelaskan bahwa klubnya berlangganan aplikasi khusus yang mampu membedah detail kemampuan pemain secara mendalam. Dilansir dari Bola, teknologi ini memungkinkan manajemen melihat rekam jejak performa pemain, termasuk sisi positif maupun potensi kesalahan teknis yang pernah dilakukan di lapangan.
"Di situ juga ada. Kita punya ada dua apps yang kita gunakan untuk pengecekan pemain-pemain itu. Itu untuk seluruh pemain di dunia. Semua data itu ada. Blunder-blundernya, positifnya apa, kelebihannya apa," kata Nabil Husein, Presiden Borneo FC.
Penggunaan data ini terbukti efektif dalam mendatangkan deretan penyerang asing tajam ke Samarinda. Musim ini, lini depan Pesut Etam mengandalkan kolaborasi Mariano Peralta yang telah mencetak 16 gol dan 13 assist, serta Juan Vila yang menyumbang 11 gol hingga pekan ke-31.
Keberhasilan rekrutmen ini juga terlihat pada pergantian pemain di putaran kedua. Meskipun melepas Joel Vinicius ke Arema FC, penggantinya yakni Koldo Obieta asal Spanyol mampu tampil produktif dengan torehan tujuh gol dan tiga assist hanya dalam 13 pertandingan.
Manajer Tim Borneo FC, Dandri Dauri, menambahkan bahwa selain teknologi, klub memiliki tim penyeleksi khusus yang bertugas memastikan karakter pemain sesuai dengan filosofi tim. Strategi ini membawa Borneo FC bersaing ketat dengan Persib dan Persija dalam perebutan takhta juara musim ini.
Secara historis, tim asal Kalimantan Timur ini konsisten melahirkan pencetak gol terbanyak di kompetisi domestik. Nama-nama seperti Matheus Pato yang meraih gelar sepatu emas musim 2022/2023 dengan 25 gol, serta Leo Gaucho, menjadi bukti keberhasilan sistem pemantauan pemain yang diterapkan manajemen.