Cloudera resmi meluncurkan Workflow Data Fabric Zero Copy Connector untuk ServiceNow di Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026. Integrasi strategis ini bertujuan mengatasi hambatan akses data yang selama ini menghalangi operasionalisasi Kecerdasan Buatan (AI) di berbagai organisasi besar.
Hampir 80 persen perusahaan melaporkan bahwa inisiatif AI mereka terhambat oleh ketersediaan data yang tidak lengkap. Dilansir dari Medcom, solusi baru ini memungkinkan perusahaan melakukan kueri data langsung di lokasi asal tanpa perlu melakukan duplikasi data yang berisiko.
Pendekatan true zero-copy ini secara efektif menghapus pajak pemindahan data dengan menekan biaya penyimpanan redundan. Selain efisiensi biaya, teknologi ini memastikan informasi sensitif seperti data pribadi dan kesehatan tetap aman di dalam lingkungan hybrid yang terlindungi.
Implementasi solusi ini dinilai sangat relevan bagi pasar Indonesia yang kini berada di bawah payung hukum Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Sinergi antara Cloudera Shared Data Experience dan AI Control Tower ServiceNow menjamin setiap tindakan AI dapat diaudit.
"Kemampuan untuk membuktikan dasar pengambilan keputusan AI sangat krusial bagi keberhasilan AI otonom di skala produksi," kata Leo Brunnick, Chief Product Officer Cloudera. Ia menambahkan bahwa tanpa keterlacakan, risiko keamanan akan menjadi beban berat bagi para pimpinan data.
Pramod Mahadevan dari ServiceNow menjelaskan bahwa kolaborasi ini berfungsi memecah silo data yang selama ini terfragmentasi. Data yang telah dikurasi dari platform Cloudera akan mendorong otomatisasi cerdas guna mempercepat penyelesaian masalah operasional perusahaan secara efisien.
Inovasi ini menjadi yang pertama di pasar dalam menghadirkan tata kelola AI hybrid-native untuk skala global. Kemitraan yang telah diperkuat sejak 2025 tersebut kini berfokus pada transformasi pengambilan keputusan bisnis melalui pemanfaatan data yang aman dan real-time bagi para pemimpin C-level.