Cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi signifikan menjelang akhir Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terjadi di berbagai daerah dalam periode 23–26 Januari 2026.
Data BMKG menunjukkan curah hujan tinggi tercatat di beberapa wilayah, antara lain DK Jakarta mencapai 171,8 milimeter per hari, Banten 148,9 milimeter per hari, Jawa Barat 106,8 milimeter per hari, serta Sumatra Selatan 86,2 milimeter per hari.
Memasuki Cuaca Besok 29 Januari 2026, kondisi atmosfer masih dipengaruhi penguatan Monsun Asia dan aktivitas InterTropical Convergence Zone (ITCZ). Berdasarkan analisis BMKG, kombinasi kedua faktor tersebut memicu pembentukan awan hujan yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia.
Faktor Penyebab Cuaca Signifikan
BMKG menjelaskan, cuaca signifikan yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer utama, antara lain:
-
Penguatan Monsun Asia
Aktivitas monsun dingin Asia ditandai dengan peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut Cina Selatan. Massa udara dari Asia bergerak ke selatan dan memasuki wilayah Indonesia. -
Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS)
Peningkatan kecepatan angin juga teramati di sekitar Selat Karimata, yang mengindikasikan aktifnya CENS. -
InterTropical Convergence Zone (ITCZ)
Pertemuan massa udara dari belahan bumi utara dan selatan membentuk ITCZ. Pola awan memanjang terpantau dari Samudra Hindia barat Bengkulu, Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Arafura. -
Pusat Tekanan Rendah Sisa Siklon
TC Luana yang melemah menjadi pusat tekanan rendah turut mendukung pembentukan awan hujan dalam sepekan terakhir.
Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat, sehingga hujan di sejumlah wilayah, khususnya Indonesia bagian selatan, terjadi lebih masif.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
BMKG memprakirakan, dalam sepekan ke depan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih berpengaruh signifikan terhadap cuaca di Indonesia.
Beberapa kondisi yang menjadi perhatian BMKG antara lain:
-
ENSO fase negatif (La Niña lemah)
Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. -
Monsun Asia masih persisten
Aktivitas monsun Asia diprediksi bertahan hingga dasarian pertama Februari 2026. -
CENS masih aktif
Cross-Equatorial Northerly Surge diprakirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. -
Potensi daerah tekanan rendah
Terpantau potensi pembentukan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia selatan Banten, Teluk Carpentaria, dan daratan Australia barat laut.
Dengan kondisi atmosfer yang lembap dan labil, BMKG menilai cuaca signifikan masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
Prospek Cuaca 27–29 Januari 2026
Secara umum, cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga hujan lebat.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang–Lebat
-
Sumatra Barat
-
Jambi
-
Sumatra Selatan
-
Kepulauan Bangka Belitung
-
Bengkulu
-
Lampung
-
Banten
-
Jawa Tengah
-
D.I. Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Timur
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Selatan
-
Sulawesi Utara
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Barat
-
Sulawesi Selatan
-
Maluku Utara
-
Maluku
-
Papua Barat Daya
-
Papua Barat
-
Papua Tengah
-
Papua Pegunungan
Peringatan Dini BMKG (27–29 Januari 2026)
| Kategori | Wilayah |
|---|---|
| Siaga (Hujan lebat–sangat lebat) | Bengkulu, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT |
| Awas (Hujan sangat lebat–ekstrem) | Jawa Barat |
| Angin Kencang | Bali, NTT, NTB, Kalimantan Barat |
Prospek Cuaca 29 Januari – 2 Februari 2026
Pada periode ini, hujan ringan hingga lebat masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang–Lebat
-
Sumatra Barat
-
Jambi
-
Sumatra Selatan
-
Kepulauan Bangka Belitung
-
Bengkulu
-
Lampung
-
Banten
-
DK Jakarta
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
D.I. Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
-
Kalimantan Barat
-
Kalimantan Tengah
-
Kalimantan Timur
-
Kalimantan Utara
-
Kalimantan Selatan
-
Sulawesi Utara
-
Gorontalo
-
Sulawesi Tengah
-
Sulawesi Barat
-
Sulawesi Selatan
-
Maluku Utara
-
Papua Barat Daya
-
Papua Tengah
-
Papua Pegunungan
-
Papua
Peringatan Dini BMKG (29 Januari–2 Februari 2026)
| Kategori | Wilayah |
|---|---|
| Siaga (Hujan lebat–sangat lebat) | Sumatra Barat, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan |
| Angin Kencang | NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat Daya |
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu. Risiko bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor masih perlu diantisipasi.
Informasi cuaca terkini dan peringatan dini dapat dipantau melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infoBMKG. BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) untuk informasi cuaca jalur perjalanan yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia.