Cuaca di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat, 6 Februari 2026 diperkirakan relatif stabil dengan dominasi kondisi berawan di sebagian besar wilayah. Meski tidak ada potensi hujan signifikan pada hari tersebut, masyarakat tetap disarankan memantau perkembangan cuaca karena perubahan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan prakiraan resmi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di wilayah DIY diperkirakan berada pada kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi. Informasi ini penting bagi warga yang memiliki aktivitas luar ruangan, termasuk pekerja, pelajar, maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta.
Data prakiraan tersebut dikutip dari bmkg.go.id 5/3/2026, yang memperlihatkan bahwa seluruh kabupaten dan kota di DIY diprediksi mengalami kondisi langit berawan pada 6 Februari. Meskipun relatif aman dari hujan, tingkat kelembapan udara masih cukup tinggi sehingga udara terasa lembap pada siang hingga malam hari.
Prakiraan Cuaca DIY Yogyakarta 6 Februari 2026
Berikut prakiraan cuaca di lima wilayah kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta khusus untuk tanggal 6 Februari 2026.
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Suhu | Kelembapan |
|---|---|---|---|
| Kulon Progo | Berawan | 24–33 °C | 66–93% |
| Bantul | Berawan | 24–33 °C | 68–98% |
| Gunungkidul | Berawan | 24–32 °C | 70–96% |
| Sleman | Berawan | 24–34 °C | 62–91% |
| Kota Yogyakarta | Berawan | 24–34 °C | 63–95% |
Sleman dan Kota Yogyakarta Berpotensi Suhu Tertinggi
Dari data BMKG, wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta diperkirakan mengalami suhu maksimum tertinggi, mencapai sekitar 34 derajat Celsius. Kondisi ini biasanya terjadi pada siang hari ketika tutupan awan mulai menipis dan intensitas matahari meningkat.
Suhu tinggi dengan kelembapan yang tetap besar dapat membuat udara terasa lebih panas. Karena itu, masyarakat dianjurkan menjaga hidrasi tubuh serta menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari.
Kelembapan Udara Masih Tinggi
Selain suhu, faktor kelembapan juga menjadi perhatian. Hampir seluruh wilayah DIY memiliki tingkat kelembapan di atas 60 persen, bahkan beberapa daerah mendekati 98 persen.
Kondisi ini menunjukkan udara masih cukup lembap, yang umum terjadi selama periode peralihan musim atau saat aktivitas awan masih cukup dominan di wilayah selatan Pulau Jawa.