Cuaca Besok Surabaya 22 Mei 2026: Mayoritas Kecamatan Berpotensi Hujan Ringan

Warga Surabaya perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca yang cukup signifikan pada Jumat, 22 Mei 2026. Berbeda dari hari-hari sebelumnya yang didominasi kondisi

Warga Surabaya perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca yang cukup signifikan pada Jumat, 22 Mei 2026. Berbeda dari hari-hari sebelumnya yang didominasi kondisi udara kabur, prakiraan terbaru menunjukkan sejumlah kecamatan akan diguyur hujan ringan, sementara sebagian lainnya masih berkutat dengan udara kabur yang mengurangi jarak pandang.

Perubahan ini bukan sekadar soal membawa payung atau tidak. Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, kondisi hujan ringan di tengah kelembapan udara yang tinggi bisa terasa cukup tidak nyaman, apalagi jika tidak dipersiapkan sejak pagi. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius tergantung lokasi, dengan kelembapan yang tetap tinggi di hampir seluruh wilayah kota.

Dikutip dari bmkg.go.id 21/5/2026, prakiraan cuaca kecamatan di Kota Surabaya ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga resmi pemerintah yang berwenang dalam pemantauan dan penyebaran informasi cuaca di Indonesia. Data ini diperbarui secara berkala dan menjadi acuan utama bagi masyarakat maupun instansi dalam merencanakan aktivitas harian.

Prakiraan Cuaca Besok per Kecamatan di Surabaya, 22 Mei 2026

Berikut rincian lengkap kondisi cuaca untuk masing-masing kecamatan berdasarkan data BMKG:

Kecamatan Kondisi Suhu (°C) Kelembapan (%)
Karang Pilang Udara Kabur 24–31 68–99
Wonocolo Udara Kabur 24–31 70–97
Rungkut Hujan Ringan 25–30 73–96
Wonokromo Hujan Ringan 24–31 70–97
Tegalsari Hujan Ringan 24–31 69–98
Sawahan Hujan Ringan 24–31 69–98
Genteng Hujan Ringan 24–31 70–97
Gubeng Hujan Ringan 24–31 70–97
Sukolilo Hujan Ringan 25–30 73–96
Tambaksari Hujan Ringan 24–30 71–96
Simokerto Hujan Ringan 24–31 70–97
Pabean Cantian Hujan Ringan 24–31 68–98
Bubutan Hujan Ringan 24–31 69–98
Tandes Hujan Ringan 24–31 68–99
Krembangan Hujan Ringan 24–31 68–98
Semampir Hujan Ringan 24–31 69–97
Kenjeran Hujan Ringan 24–30 71–97
Lakarsantri Udara Kabur 23–31 69–99
Benowo Hujan Ringan 24–31 68–98
Wiyung Udara Kabur 24–31 67–99
Dukuh Pakis Hujan Ringan 24–31 68–99
Gayungan Udara Kabur 24–31 69–98
Jambangan Udara Kabur 24–31 69–98
Tenggilis Mejoyo Udara Kabur 24–31 70–97
Gunung Anyar Hujan Ringan 25–30 73–95
Mulyorejo Hujan Ringan 25–30 72–95
Sukomanunggal Hujan Ringan 24–31 68–99
Asem Rowo Hujan Ringan 24–31 67–99
Bulak Hujan Ringan 25–30 72–96
Pakal Udara Kabur 24–31 68–98
Sambikerep Udara Kabur 24–31 69–99

Mana Saja Kecamatan yang Bakal Hujan?

Wilayah dengan Potensi Hujan Ringan

Dari total 31 kecamatan di Surabaya, mayoritas diprediksi mengalami hujan ringan pada 22 Mei 2026. Kecamatan-kecamatan ini tersebar hampir merata, mulai dari kawasan tengah kota seperti Tegalsari, Sawahan, Genteng, dan Gubeng, hingga wilayah pinggiran seperti Rungkut, Sukolilo, Gunung Anyar, dan Mulyorejo di sisi timur.

Di wilayah utara Surabaya, kecamatan seperti Pabean Cantian, Semampir, Kenjeran, Krembangan, dan Bulak juga masuk dalam daftar berpotensi hujan ringan. Hal yang sama berlaku untuk kawasan barat dan selatan seperti Benowo, Dukuh Pakis, Sukomanunggal, Asem Rowo, Wonokromo, dan Wonocolo wilayah sekitarnya.

Hujan ringan di Surabaya umumnya berlangsung singkat namun bisa datang tiba-tiba, terutama pada siang hingga sore hari ketika pemanasan permukaan mencapai puncaknya. Intensitas yang ringan bukan berarti tidak mengganggu, khususnya bagi pengendara motor atau pejalan kaki.

Wilayah yang Masih Diliputi Udara Kabur

Sementara itu, sejumlah kecamatan diprakirakan tetap dalam kondisi udara kabur sepanjang 22 Mei 2026. Kecamatan yang termasuk kategori ini antara lain Karang Pilang, Wonocolo, Lakarsantri, Wiyung, Gayungan, Jambangan, Tenggilis Mejoyo, Pakal, dan Sambikerep.

Udara kabur yang dimaksud bukan semata-mata soal asap atau polusi. Kondisi ini kerap disebabkan oleh tingginya kelembapan udara yang mencapai 97–99 persen di beberapa titik, sehingga partikel air yang melayang di udara mengurangi jarak pandang secara alami. Bagi pengendara, terutama di pagi hari, kondisi ini perlu diwaspadai.

Recommended