Panitia SNPMB Temukan 2.900 Data Anomali pada UTBK 2026

Panitia SNPMB mendeteksi 2.900 data anomali peserta UTBK-SNBT 2026 secara nasional untuk mengantisipasi potensi kecurangan dalam seleksi masuk PTN.

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengidentifikasi sekitar 2.900 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 masuk dalam kategori data anomali secara nasional pada Kamis, 23 April 2026. Temuan ini menjadi peringatan bagi seluruh perguruan tinggi penyelenggara untuk memperketat pengawasan.

Dilansir dari Medcom, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ifan Iskandar menyatakan bahwa ribuan data tersebut disusun berdasarkan pola-pola yang dianggap mencurigakan oleh panitia pusat. Salah satu indikator utamanya adalah ketidaksesuaian lokasi ujian dengan alamat domisili peserta.

Selain masalah lokasi, panitia menemukan adanya indikasi identitas ganda yang memperkuat potensi kecurangan dalam pelaksanaan seleksi tahun ini. Hal ini terlihat dari adanya data peserta yang menggunakan nama yang sama namun memiliki perbedaan pada foto wajah yang diunggah.

"Ada yang menggunakan nama sama tapi wajah berbeda," ujar Ifan Iskandar, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Jakarta, Kamis.

Data anomali ini berfungsi sebagai alat deteksi dini bagi setiap kampus untuk meningkatkan kewaspadaan selama pelaksanaan ujian berlangsung. Meski telah masuk dalam daftar anomali, status tersebut tidak serta-merta memastikan bahwa peserta telah melakukan kecurangan secara langsung.

Panitia nasional menyusun data peringatan ini berdasarkan rekam jejak dan pengalaman pola kecurangan pada tahun-tahun sebelumnya. Langkah antisipatif ini diambil guna menjaga integritas proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia agar tetap berjalan dengan jujur.

Menanggapi temuan tersebut, Universitas Negeri Jakarta mulai menerapkan pemeriksaan yang lebih mendalam terhadap peserta yang masuk dalam daftar mencurigakan. Pengawasan ketat dilakukan di setiap ruang ujian untuk mencegah terjadinya pelanggaran administrasi maupun teknis selama UTBK 2026 berlangsung.

Recommended