Pemerintah memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 akan tetap terkendali, tidak melebihi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen ini setelah Rapat Koordinasi Terbatas yang membahas perkembangan situasi ekonomi. Meskipun sempat ada pembahasan mengenai kemungkinan pelebaran defisit, arahan Presiden Prabowo Subianto adalah untuk menjaga defisit tetap di bawah 3%.
Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah efisiensi anggaran sebagai respons terhadap potensi dampak perang antara Amerika Serikat dan Iran terhadap anggaran belanja negara. "Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto menjaga defisit di 3%. Dalam kesempatan tersebut kita juga menyiapkan langkah optimalisasi dan efisiensi anggaran," ungkap Airlangga, seperti dikutip dari unggahan di Instagram resminya @airlanggahartarto_official, Selasa (17/3/2026).
Fokus pemerintah adalah pada optimalisasi anggaran melalui efisiensi belanja kementerian dan lembaga (K/L). Airlangga menambahkan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan berbagai respons terhadap ketidakpastian global, termasuk potensi dampak konflik geopolitik terhadap perekonomian. "Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai skenario fiskal untuk mengantisipasi kemungkinan konflik global yang berlangsung lebih lama dari perkiraan," sebut Airlangga.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah optimis dapat menjaga stabilitas fiskal di tengah tantangan ekonomi global yang ada.