DEN Soroti Impor BBM dan LPG Ancam Ketahanan Energi

Dewan Energi Nasional (DEN) menyoroti tingginya impor BBM dan LPG yang membuat ketahanan energi Indonesia rentan terhadap gejolak pasar.

Dewan Energi Nasional (DEN) menyoroti bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG). Kondisi ini menjadikan sistem energi dalam negeri rentan terhadap fluktuasi pasar, khususnya akibat geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan dan memicu kenaikan harga.

Menurut Anggota DEN, Kholid Syeirazi, percepatan elektrifikasi di berbagai sektor diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Adopsi kompor listrik dan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari strategi ini.

"Selama ini kita masih banyak mengimpor BBM dan LPG. Dalam situasi pasar normal mungkin tidak terlalu terasa, tetapi ketika terjadi krisis geopolitik, harga bisa melonjak dan pasokan tersendat. Karena itu kita perlu memperkuat alternatif energi yang bersumber dari dalam negeri, salah satunya kompor listrik dan kendaraan listrik," kata Kholid dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Langkah ini juga sejalan dengan upaya diversifikasi energi dan pemanfaatan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Indonesia.

"Kita punya potensi energi terbarukan yang besar seperti surya, angin, biofuel, dan sumber energi nabati lainnya. Itu yang ke depan menjadi bagian dari bauran energi sehingga target pengurangan emisi dan kemandirian energi bisa berjalan bersamaan," katanya.

Kholid menambahkan bahwa kapasitas listrik nasional saat ini cukup untuk menopang peningkatan kebutuhan dari proses elektrifikasi. Konsumsi listrik Indonesia saat ini masih relatif rendah dibandingkan negara maju.

"Konsumsi listrik kita rata-rata sekitar 1.400 kWh per kapita per tahun, masih jauh di bawah negara maju yang bisa mencapai lebih dari 10.000 kWh per kapita. Dengan adopsi kompor listrik dan kendaraan listrik, konsumsi listrik akan meningkat, dan dari sisi sistem, ketahanan energi di sektor listrik juga mencukupi," tutupnya.

Recommended