Rupiah Menguat ke Level Rp17.280 Per USD pada Jumat Pagi

Nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp17.280 per USD pada Jumat, 24 April 2026, setelah sempat tertekan akibat ketidakpastian global.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat ke level Rp17.280 pada perdagangan Jumat pagi, 24 April 2026. Pergerakan ini menunjukkan pemulihan setelah mata uang Garuda sempat menyentuh level psikologis Rp17.300 pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Medcom, rupiah mencatatkan kenaikan sebesar 5,5 poin atau setara 0,03 persen. Penguatan tipis ini terjadi di tengah upaya stabilisasi pasar yang dilakukan secara konsisten oleh otoritas moneter.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan posisi pada Kamis, 23 April 2026, saat rupiah sempat melemah hingga 0,79 persen. Menurut data Refinitiv, tekanan tersebut membawa nilai tukar rupiah ke posisi Rp17.305 per USD pada pukul 09.32 WIB.

Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi bahwa pelemahan yang terjadi sebelumnya dipicu oleh tingginya ketidakpastian global. Faktor eksternal ini tidak hanya menekan rupiah, tetapi juga memengaruhi mayoritas mata uang di kawasan Asia lainnya.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa fluktuasi rupiah masih sejalan dengan tren mata uang regional. Tercatat, pelemahan rupiah secara tahun kalender (year-to-date) mencapai angka 3,54 persen.

"Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah," kata Destry Damayanti.

Langkah stabilisasi dijalankan melalui intervensi pada berbagai lini pasar, termasuk pasar offshore (NDF) dan pasar domestik (spot serta DNDF). BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga keseimbangan.

Ketahanan ekonomi nasional didukung oleh posisi cadangan devisa Indonesia yang dilaporkan tetap kuat. Hingga akhir Maret 2026, jumlah cadangan devisa tercatat mencapai USD148,2 miliar.

Bank Indonesia menyatakan akan tetap berada di pasar untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan secara terukur. Fokus utama otoritas adalah memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang dinamis.

Recommended