Sistem perlindungan Digital Rights Management (DRM) Denuvo dilaporkan telah ditembus sepenuhnya oleh kelompok peretas melalui metode bypass hypervisor pada Rabu (29/4/2026). Terobosan teknis ini mengakibatkan seluruh judul game PC yang menggunakan sistem anti-tamper tersebut kini berada dalam kondisi tidak aman dari pembajakan.
Kerapuhan benteng pertahanan yang dikembangkan oleh Irdeto ini terungkap setelah berbagai judul populer berhasil diretas dalam waktu singkat. Dilansir dari Detik iNET, keberhasilan peretasan massal ini menandai titik balik signifikan bagi industri keamanan perangkat lunak yang sebelumnya menganggap Denuvo sebagai proteksi tertangguh sejak 2014.
Metode serangan terbaru ini memanfaatkan driver hypervisor yang tidak ditandatangani untuk mengelabui sistem pengecekan internal kode permainan. Taktik tersebut memungkinkan game berjalan seolah-olah menggunakan lisensi sah tanpa perlu menghapus seluruh baris kode perlindungan secara manual.
"Sistem anti-pembajakan Denuvo kini jadi tidak berguna," kata FitGirl, seorang pembajak game (repacker) terkemuka, dalam pernyataannya baru-baru ini. Penegasan tersebut merujuk pada banyaknya game AAA seperti Resident Evil Requiem dan Crimson Desert yang langsung beredar di internet tak lama setelah dirilis.
Komunitas subreddit CrackWatch mencatat bahwa saat ini tidak ada lagi daftar game PC berpelindung Denuvo yang tersisa dalam status belum diretas. Kelompok peretas DenuvOwO dan cracker independen Voices38 menjadi aktor utama di balik runtuhnya sistem keamanan yang telah mendominasi pasar selama satu dekade terakhir.
Meski pihak Irdeto mengakui sedang mengembangkan langkah penangkal baru, para pengamat menilai pembaruan tersebut sudah terlambat untuk memitigasi dampak kebocoran saat ini. Fokus para peretas kini dilaporkan telah beralih untuk menargetkan segelintir judul game Virtual Reality (VR) yang masih bertahan.