Pecinta bola basket dikejutkan dengan penampilan luar biasa dari Bam Adebayo, center andalan Miami Heat. Ia berhasil membukukan 83 poin dalam satu pertandingan, memimpin timnya mengalahkan Washington Wizards dengan skor 150-129 di Kaseya Center, Miami, pada Selasa (10/3/2026) malam waktu setempat.
Performa fantastis ini menempatkan Adebayo dalam jajaran elite sejarah NBA. Pemain ini kini menempati posisi kedua sebagai pencetak poin terbanyak dalam satu pertandingan sepanjang sejarah liga, hanya kalah dari legenda Wilt Chamberlain.
“Malam yang benar-benar tidak nyata,” kata pelatih Heat, Erik Spoelstra, seperti dikutip dari media Amerika Serikat, SportsNet dan dilansir dari Bola.
Dominasi Adebayo sudah terlihat sejak awal pertandingan ketika ia melesakkan 31 poin sendirian ke jaring lawan pada kuarter pertama. Konsistensi performanya berlanjut hingga jeda babak pertama dengan total 43 poin, yang sekaligus melampaui rekor poin tertinggi dalam satu pertandingan sepanjang kariernya.
Memasuki kuarter kedua, serangan Adebayo sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Dia menutup kuarter ketiga dengan koleksi 62 poin, angka yang menyamai catatan legendaris Kobe Bryant saat menghadapi Dallas Mavericks pada tahun 2005.
Situasi di lapangan pun menjadi sangat dramatis di kuarter terakhir karena rekan setim Adebayo secara sadar membantu memecahkan rekor. Para pemain Miami Heat bahkan sengaja melakukan pelanggaran atau tidak mengeksekusi lemparan bebas agar Adebayo memiliki kesempatan lebih besar untuk menambah pundi-pundi poinnya.
Statistik akhir Adebayo malam itu sangat mencengangkan dengan 20 dari 43 tembakan lapangan berhasil masuk. Dia juga menunjukkan ketajaman dari garis lemparan bebas dengan mengonversi 36 dari 43 kesempatan, ditambah tujuh tembakan tiga angka.
Momen haru terjadi sesaat setelah pertandingan usai ketika Adebayo memeluk sang ibu, Marilyn Blount, di pinggir lapangan. Sang kekasih, bintang WNBA A'ja Wilson, pun memberikan komentar jenaka melalui media sosial pribadinya.
"Yah, saya tidak akan lagi memegang rekor poin tertinggi di rumah ini, tapi setidaknya ini memberi saya target untuk dikejar," tulis A'ja Wilson dalam unggahannya.
Sebelum malam yang bersejarah itu, Adebayo selama ini lebih dikenal sebagai pemain yang menonjolkan aspek pertahanan. Dia mencetak rata-rata 18,9 poin per pertandingan sebelum mengemas 83 angka saat menghadapi Washington Wizards.
Pencapaian ini menempatkan Adebayo dalam jajaran elite sejarah NBA sebagai salah satu dari sedikit pemain yang mampu menembus batas 80 poin. Ia kini menjadi pencetak poin terbanyak kedua dalam satu pertandingan sepanjang sejarah NBA, tepat di bawah Wilt Chamberlain.
Legenda NBA Paul Pierce, dalam siaran siniar “No Fouls Given” yang dikutip Wartajabar.co.id, turut menyinggung rekor skor individu ini sebagai pembanding tingkat kesulitan. Ia menyebut momen ketika Bam Adebayo mencetak 83 poin sebagai contoh performa luar biasa, namun menegaskan bahwa lebih sulit melihat pemain memimpin liga dalam rebound dan assist sekaligus dalam satu musim penuh seperti Nikola Jokic.
Daftar Pertandingan dengan Perolehan Poin Individu Tertinggi dalam Sejarah NBA
| Poin | Pemain | Tanggal |
|---|---|---|
| 100 | Wilt Chamberlain | 2 Maret 1962 |
| 83 | Bam Adebayo | 10 Maret 2026 |
| 81 | Kobe Bryant | 22 Januari 2006 |
| 78 | Wilt Chamberlain | 8 Desember 1961 (Overtime) |
| 73 | Luka Doncic | 26 Januari 2024 |
| 73 | Wilt Chamberlain | tiga kali pada 1962 |
| 73 | David Thompson | 9 April 1978 |