Diet Oatmeal 48 Jam Efektif Turunkan Kolesterol Hingga Berminggu-minggu

Studi mengungkap diet oatmeal selama 48 jam dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) hingga 10 persen, efeknya bertahan hingga 6 minggu.

Uji klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi oatmeal selama dua hari berturut-turut dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) hingga 10 persen. Menariknya, efek positif ini bertahan hingga enam minggu setelah peserta kembali ke pola makan normal mereka.

Oatmeal, yang terbuat dari biji gandum Avena sativa, umumnya disajikan sebagai sarapan hangat. Biji gandum ini dimasak dengan air atau susu, dan dapat ditambahkan berbagai topping seperti buah, kacang, atau rempah.

Oatmeal tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari yang paling sedikit diproses (oat groats) hingga yang paling praktis (instant oats). Oatmeal kaya akan serat larut beta-glucan, protein, lemak sehat, dan senyawa fenolik yang bersifat antioksidan.

FDA mendukung klaim bahwa konsumsi rutin gandum utuh sebagai bagian dari pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Uji klinis yang melibatkan 32 peserta dengan sindrom metabolik (kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi) menunjukkan hasil yang menjanjikan. 17 peserta mengonsumsi 100 gram oat gulung yang dimasak dengan air, tiga kali sehari, selama dua hari. Mereka hanya diperbolehkan menambahkan buah dan sayuran tertentu, tanpa garam, gula, atau pemanis tambahan. 15 peserta lainnya mengikuti pola makan sehat tanpa oat sebagai kelompok pembanding.

Hasilnya, total kolesterol pada kelompok yang mengonsumsi oat turun sekitar 8 persen. Kadar LDL merosot hingga 10 persen, jauh lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, peserta juga mengalami penurunan berat badan serta sedikit penurunan tekanan darah.

Marie-Christine Simon, Ilmuwan Pangan dari University of Bonn, menyatakan bahwa penurunan LDL sebesar 10 persen tergolong signifikan. Bagian paling menarik dari studi ini adalah mekanisme yang diduga berperan di baliknya, yakni keterlibatan bakteri usus.

Peran Bakteri Usus dalam Penurunan Kolesterol

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications pada 14 Januari 2026, mengungkap bahwa senyawa fenolik yang dihasilkan oleh bakteri usus saat mencerna oat menjadi faktor pendorong utama penurunan kolesterol.

Tim peneliti yang dipimpin Linda Klümpen menemukan bahwa diet oatmeal meningkatkan jumlah bakteri tertentu di usus yang memproduksi senyawa fenolik seperti asam ferulat (FA) dan asam dihidroferulat (DHFA). Senyawa-senyawa ini sebelumnya telah terbukti dalam studi hewan memiliki efek positif terhadap metabolisme kolesterol.

Saat DHFA diuji langsung di laboratorium pada sel darah putih manusia, senyawa tersebut terbukti mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam sel. Para peneliti juga menemukan kadar kolesterol peserta kelompok oat cenderung tetap di bawah nilai awal selama enam minggu masa pemantauan setelah diet berakhir.

Dalam percobaan kedua, 17 sukarelawan mengonsumsi 80 gram oat setiap hari selama enam minggu tanpa pembatasan makan lainnya. Hasilnya, diet oat yang lebih panjang dan tidak terlalu ekstrem tidak menghasilkan penurunan kolesterol yang cepat seperti diet oatmeal 48 jam.

Hal ini menunjukkan dosis tinggi dalam waktu singkat tampaknya jauh lebih efektif dibandingkan dengan konsumsi oat harian dalam jumlah sedang yang dipadukan dengan pola makan biasa. "Diet berbasis oat jangka pendek yang dilakukan secara teratur dapat menjadi cara yang dapat ditoleransi dengan baik untuk menjaga kadar kolesterol dalam kisaran normal dan mencegah diabetes," kata Simon.

Penelitian selanjutnya akan mengkaji apakah diet oatmeal intensif yang diulang setiap enam minggu benar-benar memberikan efek pencegahan yang bersifat permanen.

Recommended