Jorge Lorenzo menaruh ekspektasi tinggi terhadap Maverick Vinales menjelang musim MotoGP 2026. Kolaborasi keduanya di proyek Red Bull KTM Tech3 diharapkan membawa performa baru bagi Vinales. Lorenzo, yang akan berperan sebagai mentor, telah menyiapkan program latihan musim dingin yang intensif untuk mempersiapkan Vinales.
Maverick Vinales sendiri bertekad untuk kembali bersaing di barisan depan MotoGP. Sejak tahun 2019, ia belum pernah finis di posisi lebih baik dari keenam dalam klasemen akhir kejuaraan. Musim perdananya bersama KTM pada 2025 memang penuh tantangan, terutama karena cedera yang membuatnya terdampar di posisi ke-18 klasemen.
Namun, peringkat akhir tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan performanya. Vinales justru menjadi pembalap pertama yang berhasil beradaptasi dengan motor RC16 dan menemukan keseimbangan yang tepat. Dilansir dari Bola, Jorge Lorenzo juga menyampaikan analisis mendalam mengenai kekuatan pabrikan lain setelah tes pramusim MotoGP Sepang.
Pada hari Rabu, 21 Januari 2026, Monster Energy Yamaha MotoGP secara resmi meluncurkan YZR-M1 bermesin V4 di Jakarta. Motor baru ini direncanakan akan digunakan oleh Fabio Quartararo dan Alex Rins pada MotoGP 2026 dan segera menjalani pengujian di Sirkuit Sepang.
Menurut Jorge Lorenzo, kekuatan mental merupakan kunci bagi Maverick Vinales untuk mencapai level berikutnya. Juara dunia tiga kali itu bahkan menunjukkan keyakinan besarnya dengan mengadakan taruhan bersama Albert Valera, manajer Pedro Acosta.
Pada musim 2025, Acosta berhasil menjadi pembalap KTM terbaik. Pembalap berusia 21 tahun itu finis di peringkat keempat klasemen dengan mengoleksi 12 podium, termasuk hasil Sprint Race pada paruh kedua musim. Ia juga menunjukkan dominasi yang signifikan dibandingkan rekan setimnya, Brad Binder, dalam sesi kualifikasi.
Meskipun belum meraih kemenangan perdananya di kelas utama, Acosta telah menunjukkan mentalitas baru yang membantunya konsisten bertarung di barisan depan. Lorenzo mengungkapkan bahwa ia dan Valera sepakat bertaruh makan malam di setiap balapan untuk melihat siapa yang akan finis lebih baik sepanjang musim 2026.
“Saya punya taruhan dengan Albert Valera, manajer Pedro Acosta. Kami bertaruh makan malam di setiap balapan untuk melihat siapa yang finis di depan,” ujar Lorenzo, seperti dikutip dari kanal YouTube jurnalis Manuel Pecino.
Rivalitas Internal di KTM
Ambisi Jorge Lorenzo untuk menjadikan Maverick Vinales sebagai pembalap utama KTM pada 2026 sangat jelas. Hal ini berarti Vinales harus mampu menggeser posisi Pedro Acosta, sebuah misi yang tentu tidak akan mudah. Namun, Vinales sendiri yakin bahwa dengan bantuan Lorenzo, ia bisa kembali meraih kemenangan dan menantang pembalap barisan depan bersama KTM.
Jika program latihan yang disiapkan Lorenzo membuahkan hasil optimal, bukan tidak mungkin Vinales akan menjadi ancaman serius bagi Acosta. Situasi ini berpotensi memanaskan tensi internal di antara para pembalap pabrikan asal Austria tersebut sejak awal musim.
Analisis Kekuatan Pabrikan Lain
Di luar fokusnya pada Vinales, Jorge Lorenzo juga memberikan analisis mengenai performa pabrikan lain di MotoGP 2026. Lorenzo menilai motor Ducati Desmosedici sebagai paket terlengkap tanpa kelemahan berarti, dengan keunggulan tipis dalam kecepatan. “Ya, Ducati tetap menjadi motor terlengkap bagi saya. Dan tidak seperti di masa lalu, di mana mereka memiliki empat atau lima poin kuat dan yang lainnya sangat kesulitan, mereka berhasil membuat motor tanpa kelemahan sama sekali," kata Lorenzo.
Ia menambahkan, "Tentu saja, kecepatannya tidak lagi 10 km/jam lebih cepat daripada motor lain. Tapi sedikit lebih baik daripada motor lain dan merupakan paket lengkap untuk semua pembalap." Lorenzo juga menyoroti peningkatan signifikan yang ditunjukkan oleh Aprilia, khususnya bersama Marco Bezzecchi, yang dinilai mampu mendekati performa Ducati dan pembalap seperti Marc Marquez.