Dinosaurus Seukuran Ayam Ungkap Evolusi T-Rex yang Kompleks

Penemuan dinosaurus Alnashetri cerropoliciensis di Argentina membongkar teori evolusi T-Rex yang selama ini diyakini.

Pemahaman tentang evolusi dinosaurus kecil kini mengalami perubahan setelah ditemukannya spesimen Alnashetri cerropoliciensis yang hampir lengkap. Dinosaurus karnivora seukuran ayam ini ditemukan di Argentina dan merupakan kerabat jauh Tyrannosaurus rex (T-rex).

Penemuan ini menantang hipotesis sebelumnya yang menyatakan bahwa garis keturunan kelompok dinosaurus ini mengalami pengecilan ukuran tubuh secara progresif selama jutaan tahun.

Fosil Alnashetri ditemukan di situs La Buitrera, provinsi Río Negro. Ukurannya kurang dari satu meter, tepatnya sekitar 70 cm dari kepala hingga ekor. Beratnya sekitar 1 kg dengan tinggi kurang dari 40 cm. Makhluk ini hidup sekitar 95 juta tahun lalu di lanskap gurun yang kini menjadi bagian dari Patagonia.

Jorge Meso, paleontolog dari Universidad Nacional de Río Negro, Argentina, menjelaskan bahwa penemuan ini mematahkan tren 'penyusutan' dalam evolusi. "Ada bias pengambilan sampel yang cukup besar. Hampir 90% spesimen ditemukan di Asia dan berasal dari Akhir Kapur. Itulah mengapa muncul hipotesis adanya tren miniaturisasi. Namun, Alnashetri menunjukkan bahwa tren tersebut tidak ada secara signifikan," ujarnya, dikutip dari ElPais.

Evolusi tubuh dalam kelompok dinosaurus ini lebih kompleks daripada sekadar menjadi kecil seiring waktu. Alnashetri juga mematahkan anggapan bahwa kelompok ini adalah burung darat yang tidak bisa terbang.

Meso menambahkan, "Awalnya para peneliti pada 1990-an mengira mereka adalah burung tak terbang, tetapi dengan penemuan dan teknologi baru, sekarang jelas bahwa mereka adalah dinosaurus yang lebih dekat hubungan evolusinya dengan teropoda seperti Gallimimus atau bahkan Tyrannosaurus dibandingkan dengan burung modern."

Alvarezsauroidea, kelompok dinosaurus ini, memiliki ciri khas tangan yang sangat pendek dibandingkan tubuhnya. Alfred Makovicky, paleontolog dari University of Minnesota, menjelaskan bahwa ini merupakan adaptasi evolusioner yang tidak berkaitan langsung dengan ukuran tubuh. "Alvarezsaurid adalah makhluk yang sangat menarik dari sudut pandang evolusi. Kini dengan spesies ini kita dapat melihat disosiasi antara pengurangan ukuran tubuh dan pengurangan lengan," kata Makovicky.

Dengan hanya dua spesimen yang diketahui di dunia, dan satu di antaranya hampir lengkap, Alnashetri memberikan peluang besar bagi peneliti untuk menelusuri evolusi, biomekanika, dan perkembangan anatomi kelompok alvarezsauroidea secara lebih mendalam.

Kerangka yang hampir utuh ini akan membantu ilmuwan memahami bagaimana dinosaurus kecil ini bergerak, beradaptasi, dan berfungsi di lingkungan Cretaceous yang keras. Penemuan ini mengingatkan bahwa evolusi adalah jaringan kompleks perubahan yang kadang bertentangan dengan hipotesis yang mapan.

Recommended