Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh level Rp 17.487 pada pembukaan perdagangan Selasa (12/5/2026) pagi. Lonjakan mata uang Paman Sam tersebut tercatat pada pukul 09.06 WIB dengan kenaikan sebesar 73 poin atau sekitar 0,42 persen.
Data Bloomberg yang dilansir dari Detik Finance menunjukkan bahwa dominasi dolar AS tidak hanya terjadi terhadap mata uang Garuda, tetapi juga terhadap mayoritas mata uang utama lainnya. Tren penguatan ini terlihat merata di pasar valuta asing global pada sesi perdagangan yang sama.
Terhadap mata uang di kawasan Pasifik dan Eropa, dolar AS mencatatkan kenaikan sebesar 0,22 persen atas dolar Australia dan menguat 0,07 persen terhadap euro. Selain itu, mata uang Singapura turut melemah 0,17 persen di hadapan dolar AS.
Di pasar Asia lainnya, dolar AS terpantau menguat 0,24 persen terhadap yen Jepang, 0,29 persen terhadap baht Thailand, dan 0,21 persen terhadap ringgit Malaysia. Sebaliknya, dolar AS justru mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,02 persen saat berhadapan dengan yuan China.