Nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak di kisaran level Rp 17.300 pada perdagangan Kamis (23/4/2026) pagi. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau menunjukkan keperkasaan dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.
Data Bloomberg mencatat pergerakan dolar AS merangkak naik ke angka Rp 17.310 sekitar pukul 09.35 WIB. Meskipun sempat mengalami fluktuasi ke level Rp 17.297 pada pukul 09.55 WIB, tren penguatan tetap berlanjut di pasar spot.
Hingga pukul 10.15 WIB, penguatan dolar AS mencapai 0,70 persen dan bertengger di level Rp 17.302, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan posisi penutupan perdagangan Rabu (22/4) yang berada di level Rp 17.180.
Selain terhadap rupiah, dolar AS juga menunjukkan performa variatif terhadap sejumlah mata uang asing lainnya. Mata uang negara adidaya tersebut tercatat menguat 0,01 persen terhadap dolar Kanada (CAD) dan naik 0,11 persen terhadap franc Swiss (CHF).
Namun, di hadapan yen Jepang (JPY), dolar AS justru mengalami pelemahan tipis sebesar 0,04 persen. Kondisi serupa terjadi pada beberapa mata uang utama lainnya di mana dolar AS tidak selalu mendominasi perdagangan pagi ini.
Dolar AS terpantau melemah 0,07 persen terhadap euro (EUR) dan turun 0,13 persen terhadap poundsterling Inggris (GBP). Penurunan paling tajam dialami dolar AS terhadap dolar Australia (AUD) yang terkoreksi sebesar 0,24 persen.