DPR Ingatkan Siswa: Jangan Andalkan AI untuk Belajar!

Komisi X DPR RI mendukung pembatasan AI untuk pelajar. Penggunaan AI yang instan dapat menghambat kemampuan berpikir kritis siswa.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan dukungan terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri terkait pembatasan pemanfaatan artificial intelligence (AI) instan bagi pelajar. Langkah ini dianggap penting untuk melindungi proses belajar siswa dari potensi penurunan kemampuan kognitif.

Menurut Hetifah, kemudahan yang ditawarkan teknologi dapat mengancam fondasi pendidikan dasar, terutama dalam membentuk pola pikir siswa. Ia menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir.

Hetifah menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran siswa agar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Pembatasan ini bukanlah upaya untuk memusuhi teknologi, melainkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih sehat.

"Tujuan dari kebijakan ini bukan sekadar melarang, melainkan membangun kesadaran siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, sebagai alat bantu dalam belajar, bukan sebagai jalan pintas," jelasnya.

Kolaborasi Tiga Pilar

Implementasi kebijakan ini memerlukan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Hetifah menekankan bahwa pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada guru di sekolah.

"Pengawasan tentu tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Kami mendorong adanya pendekatan kolaboratif antara sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah," ungkapnya.

Sekolah diharapkan dapat berinovasi dalam metode pengajaran, misalnya dengan merancang tugas yang tidak mudah diselesaikan oleh AI. Pemerintah juga diminta untuk segera menyiapkan pedoman teknis yang jelas dan memperkuat pelatihan literasi digital bagi para pendidik.

Komisi X DPR juga menyambut baik wacana pengembangan platform AI buatan dalam negeri yang diperuntukkan khusus bagi dunia pendidikan. Hetifah menilai platform ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menjawab tantangan era digital, dengan membatasi akses konten negatif serta mendukung tumbuh kembang kemampuan siswa.

"Apabila memang ada rencana untuk mengembangkan platform sendiri, kami tentu sangat mendukung. Kehadiran platform AI pendidikan yang aman dan dirancang khusus bagi anak-anak akan menjadi solusi strategis," tuturnya.

Recommended