Sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman global seperti perubahan iklim dan potensi perang yang dapat memicu krisis pangan, dunia menyimpan lebih dari 1,2 juta sampel benih tanaman di fasilitas khusus yang terletak di Arktik.
Svalbard Global Seed Vault, yang berada di pulau Spitsbergen, Norwegia, dekat Kutub Utara, sering disebut sebagai 'Gudang Kiamat'. Gudang benih ini dibangun di dalam gunung yang berada di wilayah permafrost, sehingga suhu alaminya sangat dingin dan cocok untuk penyimpanan jangka panjang.
Baru-baru ini, lebih dari 45 ribu sampel benih baru dari 13 bank gen di seluruh dunia ditambahkan ke fasilitas tersebut. Dengan penambahan ini, koleksi di dalam gudang benih Arktik itu melampaui 1,2 juta sampel, menjadikannya salah satu cadangan keanekaragaman tanaman terbesar di dunia.
Pengiriman terbaru benih berasal dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika Latin, hingga Australia. Irak dan Uruguay tercatat baru pertama kali menyimpan koleksi benih mereka di fasilitas tersebut.
Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Anne Beathe Tvinnereim, menekankan pentingnya keberadaan gudang benih ini sebagai perlindungan bagi pasokan pangan dunia.
"Gudang ini berfungsi sebagai 'asuransi' bagi pasokan pangan saat ini dan masa depan serta keamanan pangan lokal," ujar Anne Beathe Tvinnereim seperti dikutip dari EuroNews.
Beroperasi sejak 2008, gudang benih Svalbard dirancang sebagai cadangan terakhir bagi bank gen tanaman di seluruh dunia. Negara yang kehilangan koleksi benih akibat konflik, bencana, atau kerusakan fasilitas, dapat mengambil kembali salinan benih yang disimpan di sana.
Sistem ini pernah dimanfaatkan saat konflik di Suriah merusak bank gen tanaman di negara tersebut. Benih cadangan yang tersimpan di Svalbard kemudian digunakan untuk membangun kembali koleksi bank gen di wilayah lain di Timur Tengah.
Bank gen sendiri berperan penting dalam menjaga keragaman genetik tanaman pangan. Ilmuwan dapat memanfaatkan benih yang disimpan untuk mengembangkan varietas tanaman baru yang lebih tahan terhadap hama, penyakit, maupun kondisi iklim ekstrem.
Fasilitas seperti gudang benih Arktik dinilai semakin krusial untuk memastikan ketahanan pangan dunia di masa depan, seiring dengan meningkatnya risiko perubahan iklim dan konflik global.