Tips Mengelola THR Lebaran Agar Tidak Cepat Habis

Agar THR tidak habis begitu saja, prioritaskan kebutuhan mendesak seperti tiket mudik dan pertimbangkan investasi atau pelunasan utang.

Menjelang Lebaran, banyak orang merasa terbebani dengan berbagai kebutuhan tambahan. Mulai dari tiket mudik hingga pakaian baru, semua perlu dipersiapkan jauh-jauh hari.

Tunjangan Hari Raya (THR) sering menjadi andalan. Akan tetapi, pencairan yang terlambat seringkali menjadi masalah. Kebutuhan mendesak harus dipenuhi sebelum THR diterima.

Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, menyarankan untuk membuat skala prioritas. Tentukan kebutuhan Lebaran yang mendesak dan mana yang bisa ditunda hingga THR cair.

Prioritaskan pembelian tiket transportasi bagi pemudik. Tiket seringkali sulit didapatkan dan harganya cenderung naik menjelang Lebaran.

"Untuk mudik itu kita sudah tahu dari dulu dan kalau beli tiket mudik dari jauh-jauh hari itu lebih murah dan bisa dapat lah. Jadi sebaiknya memang khusus untuk tiketnya gitu kan, itu memang sudah kita cicil dari jauh-jauh hari gitu," kata Tejasari kepada detikcom, Rabu (4/3/2026).

Kebutuhan lain seperti pakaian baru, parsel, atau angpau Lebaran bisa disiapkan setelah THR diterima.

"Pengeluaran lainnya berkaitan dengan Lebaran bisa dibeli pas dapat THR. Misal mungkin untuk beli oleh-olehnya atau mau kasih amplop THR-nya untuk keluarga, itu kan bisa entar-entar saja gitu ya," terangnya.

Manfaatkan THR Secara Optimal

THR memang diperuntukkan memenuhi kebutuhan Lebaran. Akan tetapi, Tejasari menyarankan agar dana tersebut tidak hanya digunakan untuk keperluan konsumtif.

Sebagian THR sebaiknya dialokasikan untuk investasi atau melunasi utang. Hal ini akan memberikan manfaat jangka panjang.

Tejasari mencontohkan, dana THR bisa digunakan untuk melunasi cicilan kartu kredit, paylater, pinjol, atau utang lainnya.

"Kenapa kita nggak beresin mumpung ada uangnya? Daripada kita habiskan cuma buat beli makanan, kasih ini kasih itu, beli baju segala rupa. Toh kalau utang lunas pas bulanan kita bisa nabung lebih banyak," ujar Tejasari.

Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak akan habis sia-sia. Alokasikan dana sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.

"Boleh nggak buat diri sendiri? Boleh banget tapi jangan semuanya. Kita bagi misalnya buat Lebaran 30%, buat bayar utang misalnya ini ya 50%, sisa 10-20% buat diri kita gitu. Misalnya mau beli apa, mau apa gitu itu juga boleh," papar Tejasari.

"Fokuskan ke prioritas mana yang kesulitan atau kondisi keuangan kamu sekarang ini yang belum bagus. Misalnya dana darurat aku nggak pernah punya, ini waktunya untuk nambah dana darurat loh," tegasnya.

Recommended