Barcelona dilaporkan semakin serius untuk mempermanenkan kontrak penyerang asal Inggris, Marcus Rashford, setelah masa peminjamannya dari Manchester United selesai pada akhir musim ini.
Keinginan klub Catalan tersebut sempat menurun akibat tingginya biaya transfer, namun diskusi internal memastikan sang pemain tetap menjadi target nomor satu pada bursa transfer musim panas 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi terhadap beberapa penyerang alternatif gagal meyakinkan pelatih Barcelona, Hansi Flick, yang kini melihat Rashford sebagai opsi terbaik untuk memperkuat lini depan.
Komitmen besar ditunjukkan oleh penyerang Timnas Inggris tersebut dengan kesediaan menerima pemotongan gaji serta pembagian kontrak jangka panjang demi membantu situasi finansial Barcelona.
Kendala utama proses transfer ini datang dari Manchester United yang bersikeras menetapkan biaya pelepasan sebesar 30 juta euro dan menolak opsi perpanjangan masa peminjaman.
Pihak Manchester United menilai harga pasaran Rashford berada di atas angka tersebut, serta menganggap skema cicilan pembayaran selama tiga tahun sudah sangat menguntungkan Barcelona, sebagaimana dilansir dari Bola pada Rabu (20/5/2026).
Departemen olahraga Barcelona kini tengah mempelajari strategi alternatif berupa perpanjangan masa pinjaman yang disertai dengan kewajiban pembelian permanen pada tahun 2027.
Formula baru tersebut dipertimbangkan untuk menunda pengeluaran besar selama satu musim sekaligus menekan biaya transfer akhir karena sisa kontrak sang pemain di Inggris tinggal menyisakan satu tahun.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi tekanan regulasi Financial Fair Play dalam jangka pendek bagi manajemen Barcelona sekaligus meminimalkan risiko finansial di Spotify Camp Camp Nou.