CEO Tesla dan X, Elon Musk, telah menyuarakan dukungannya terhadap larangan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dari Anthropic untuk tujuan militer. Pernyataan ini muncul di tengah diskusi intens di platform X, menyoroti implikasi etis dan strategis dari teknologi tersebut.
Diskusi tersebut bermula dari sebuah unggahan pengguna X dengan nama akun @Oilfield_Rando yang menyatakan bahwa meskipun Claude, AI besutan Anthropic, sangat mumpuni untuk pemrograman, namun cenderung menolak proyek yang dinilai mempromosikan nativisme. Pengguna tersebut secara terang-terangan mendukung larangan penggunaannya di sektor militer.
"Saya 100% mendukung pemerintah melarang penggunaannya di militer. Grok sangat penting," imbuh pengguna tersebut. Elon Musk kemudian membalas unggahan itu dengan satu kata singkat: "Ya," menandakan persetujuannya.
Dukungan ini menandai kali pertama Musk secara terbuka menyatakan persetujuan atas larangan penggunaan AI Anthropic. Dikutip dari Detik iNET, sebelumnya Musk kerap menunjukkan skeptisisme terhadap Anthropic. Pada unggahan-unggahan sebelumnya, miliarder teknologi ini menuding Anthropic "membenci Peradaban Barat" dan menyebut AI perusahaan itu "misantropis dan jahat".
Musk juga secara personal menyerang filsuf Anthropic, Amanda Askell, atas perannya dalam membentuk etika di balik pengembangan Claude.
Perselisihan antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mencuat bulan lalu. Pentagon mengklasifikasikan Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan", sebuah label yang sebelumnya sering diterapkan pada entitas asing.
Pemicu konflik adalah penolakan Anthropic terhadap ultimatum Pentagon yang menuntut akses penuh tanpa batasan ke alat AI-nya, Claude. Perusahaan AI tersebut beralasan adanya kekhawatiran etis terkait pengawasan massal dan penggunaan senjata yang sepenuhnya otonom.
Presiden Donald Trump ikut angkat bicara melalui platform Truth Social, menggambarkan kepemimpinan Anthropic sebagai "orang-orang gila sayap kiri". Dalam unggahan dengan huruf kapital, Trump menegaskan bahwa "AMERIKA SERIKAT TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN PERUSAHAAN RADIKAL KIRI YANG SOK KRITIS UNTUK MENDIKTE BAGAIMANA MILITER KITA YANG HEBAT BERPERANG DAN MEMENANGKAN PERANG!"
Menanggapi label dan tekanan tersebut, Anthropic memilih jalur hukum dengan mengajukan gugatan. Pada 26 Maret, Hakim Distrik AS Rita Lin mengabulkan permintaan perusahaan AI itu.